INSKANEWS,Bekasi, 4 Maret 2026 — Di tengah padatnya aktivitas pagi di kawasan Pasar Puri, Pondok Ungu Permai, denyut ekonomi kerakyatan terasa begitu kuat. Deretan kios yang dipadati pembeli, suara tawar-menawar, hingga kendaraan yang lalu-lalang menjadi pemandangan sehari-hari. Di antara keramaian itu, sebuah gerobak motor sederhana di tepi jalan menarik perhatian.
Agus dan Sumarni , pasangan suami istri, setia menjajakan nanas kupas segar. Dengan pisau kecil yang sudah tampak aus, Agus mengupas nanas satu per satu dengan cekatan, memastikan kulit dan “mata” nanas bersih sempurna. Di sampingnya, Sumarni sigap mengemas potongan nanas ke dalam plastik transparan sebelum diserahkan kepada pembeli.
“Alhamdulillah, kalau sedang ramai, dagangan bisa cepat habis,” ujar Agus sambil tersenyum kepada pelanggan.
Lapak sederhana mereka kerap disinggahi warga sekitar maupun pengunjung pasar. Selain rasanya yang manis dan segar, harga yang terjangkau membuat nanas kupas menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang ingin menikmati buah tanpa harus repot mengolahnya sendiri.
Setiap hari, pasangan ini berangkat sejak pagi dari rumahnya yang tak jauh dari pasar. Mereka memilih berjualan di pinggir jalan agar mudah terlihat dan dijangkau. Meski persaingan dengan pedagang buah lain cukup ketat, Agus dan Sumarni tetap optimistis. Bagi mereka, kejujuran dan kualitas adalah kunci utama mempertahankan pelanggan.
Usaha tersebut telah mereka jalani selama beberapa tahun terakhir. Meski penghasilan tidak selalu stabil terutama saat cuaca buruk atau daya beli masyarakat menurun mereka tetap bersyukur. Dari berjualan nanas inilah kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak mereka terpenuhi.
Kisah Agus dan Sumarni menjadi potret nyata perjuangan pelaku usaha mikro di tengah dinamika ekonomi Kota Bekasi. Di balik gerobak sederhana dan potongan nanas yang dijajakan, tersimpan semangat kerja keras, ketekunan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
Di sudut kota yang terus berkembang, mereka adalah bagian dari roda ekonomi kecil yang tak pernah berhenti berputar—mengajarkan bahwa manisnya rezeki lahir dari ketulusan dan kerja keras setia
Dadan

















