Menhan Soroti Ancaman Kedaulatan Ekonomi Akibat Pelanggaran Hukum Pelaku Usaha

INSKA NEWS

INSKANEWS,Jakarta, 2 Februari 2026 — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi nasional saat ini menghadapi ancaman serius akibat maraknya praktik ilegal yang dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha. Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam kegiatan retreat bela negara di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Sjafrie, ancaman terhadap kedaulatan ekonomi tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga muncul dari dalam negeri melalui perilaku pengusaha yang tidak patuh terhadap hukum dan peraturan. Ia menyebut masih banyak pelaku usaha yang menjalankan kegiatan secara ilegal, serta pelaku usaha yang secara administratif legal namun menghindari kewajiban mereka kepada negara.

“Saat ini kita mengalami ancaman kedaulatan ekonomi disebabkan karena banyak sekali pelaku usaha bersikap ilegal. Ada juga pelaku yang legal, tetapi menghindari kewajiban yang seharusnya mereka tunaikan kepada negara,” ujar Sjafrie.

Ia menjelaskan, berbagai bentuk pelanggaran yang kerap dilakukan pengusaha antara lain pemanfaatan sumber daya alam yang tidak sesuai dengan regulasi, pelanggaran perizinan, hingga penghindaran kewajiban pajak dan kontribusi lainnya kepada negara. Praktik-praktik tersebut, menurutnya, tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.

Sjafrie mencontohkan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera. Ia menyebut, salah satu penyebab utama bencana tersebut adalah pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum pengusaha yang memanfaatkan celah dalam peraturan.

“Ketika aturan dilemahkan atau disalahgunakan, dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga keselamatan rakyat. Banjir dan longsor adalah bukti nyata bahwa pelanggaran ekonomi bisa berubah menjadi bencana kemanusiaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie juga mengajak insan pers untuk berperan aktif dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya melalui pemberitaan yang berimbang, kritis, dan berorientasi pada kepentingan publik. Ia menilai wartawan memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong kepatuhan pelaku usaha terhadap hukum.

“Kedaulatan ekonomi adalah bagian dari bela negara. Semua pihak, termasuk media, harus terlibat untuk memastikan pembangunan berjalan adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

Dadan

Also Read

Tags