INSKA NEWS,Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Program Mudik dan Balik Rantau Gratis Lebaran 2026 dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan penumpang.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dunia usaha, serta Paguyuban Jawa Tengah (PJT), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (7/1/2026).
Sumarno menyatakan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan agenda rutin yang terus dievaluasi setiap tahun agar pelaksanaannya semakin baik dan aman bagi masyarakat.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh armada dan kru harus memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku,” ujar Sumarno.
Pemprov Jawa Tengah telah menginventarisasi 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk melayani mudik dan balik rantau Lebaran 2026. Jumlah tersebut masih akan ditambah agar minimal menyamai capaian tahun sebelumnya.

Selain penambahan armada, Pemprov Jateng juga akan melakukan pemetaan ulang titik keberangkatan dan tujuan berdasarkan sebaran domisili peserta, guna memudahkan akses dan menekan biaya tambahan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan pemetaan ulang titik satelit pemberangkatan telah dilakukan, terutama untuk program balik rantau gratis.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan PJT Jakarta Pusat, antara lain dr. Haji Nurrohmad, Rendra Kusuma, Agus Hidayat, dan Ida, serta perwakilan PJT Bandung Raya yang dipimpin Farhan Juniaji bersama Parno, Suprapto, Purwoko, dan Kasmidi.
Program mudik gratis direncanakan berlangsung pada 16–17 Maret 2026, sedangkan balik rantau gratis dijadwalkan pada 27–28 Maret 2026.
Pendaftaran mudik gratis via bus dibuka mulai 4 Februari 2026, sementara pendaftaran kereta api mulai 11 Februari 2026.
(mmn)

















