INSKANEWS, Jakarta– Kepedulian terhadap kondisi negara ternyata tidak hanya menjadi perhatian orang dewasa. Syaila, seorang siswi SMP 1 Jakarta, menyampaikan pandangannya dalam sebuah wawancara singkat yang digelar dalam peringatan Hari Anak Nasional di Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2016).
Menurutnya, persoalan utang negara bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan berkaitan erat dengan masa depan dunia pendidikan di Indonesia.
Syaila, siswi SMP 1 Jakarta, menyampaikan pandangannya dalam sebuah wawancara singkat yang digelar untuk menyambut peringatan Hari Anak Nasional.
Syaila mengajak dirinya sendiri bersama teman-teman sebayanya untuk peduli terhadap kondisi utang negara, khususnya kaitannya dengan sektor pendidikan. Momen ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
“Menurutku, generasi muda harus peduli dengan utang negara karena itu menyangkut ke masalah pendidikan,” ujar Syaila.
Ia menekankan bahwa kepedulian generasi muda terhadap isu utang negara tidak harus diwujudkan dengan cara-cara besar atau rumit, melainkan dapat dilakukan melalui karya nyata sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Peduli dengan utang negara itu bisa diwujudkan melalui karya,” tambahnya.
Pandangan Syaila ini mencerminkan bagaimana generasi muda, meski masih berada di bangku sekolah, mulai memiliki kepekaan terhadap isu-isu kebangsaan yang lebih luas. Semangat untuk berkontribusi melalui karya dinilai menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna, yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus menunggu usia dewasa.
Kesadaran semacam ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pelajar dan generasi muda lainnya untuk turut peduli terhadap kondisi bangsa, sekaligus membuktikan bahwa kontribusi nyata dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
Penulis : Dewi Ratnawati

















