Presentasi Slamet Riyadi Kupas Getaran Energi dan Pengelolaan Diri di Era Quantum

INSKA NEWS

INSKANEWS,Bekasi, 6 Desember 2025 — Sebanyak 20 peserta menghadiri sebuah forum pembelajaran energi dan pengembangan diri yang digelar di kawasan Perkantoran Centra Kota, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (6/12/2025). Acara tersebut menghadirkan narasumber Slamet Riyadi, yang memaparkan materi bertema Getaran Energi serta keterkaitannya dengan dunia quantum dan pengelolaan energi manusia.

Dalam penyampaiannya, Slamet Riyadi menekankan bahwa setiap manusia membawa getaran energi yang memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan hidupnya. Ia menjelaskan konsep energi Al-Aziz dan Al-Hakim sebagai lingkar kekuatan spiritual yang diyakini mampu membawa dampak luar biasa pada seseorang.

“Orang yang memiliki Energi Al-Aziz akan mendapatkan mukjizat, sementara mereka yang memegang Energi Al-Hakim akan memperoleh karomah. Sedangkan orang awam pada umumnya akan mendapatkan ma’unah atau pertolongan dari Allah,” ujar Slamet.

Ia menegaskan pentingnya tetap berada dalam lingkar energi tersebut karena diyakini dapat menjaga kualitas diri seseorang baik secara spiritual maupun perilaku sehari-hari.

 

 

Slamet juga membahas Dunia Quantum, yakni cara memahami realitas melalui getaran dan energi yang dipancarkan manusia. Menurutnya, pengelolaan energi manusia menjadi kunci utama dalam menentukan kualitas kehidupan. Ia merinci beberapa aspek kehidupan yang sangat dipengaruhi oleh energi, meliputi nasib, karakter, kebiasaan, tindakan, pikiran, perasaan, hingga spiritualitas.

Dalam salah satu kutipan yang sangat menarik, Slamet mengatakan, “Semua yang ada di dunia ini bersumber dari hati yang dalam. Jika hati yang dalam itu baik, maka yang di luar juga pasti baik.” katanya.Pernyataan ini menegaskan bahwa pusat energi manusia terletak pada hati yang selaras dan bersih.

Suasana forum berlangsung antusias. Para peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai bagaimana menerapkan pemahaman energi dalam kehidupan modern, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Salah satu peserta, Darusalam (38), menyampaikan kesan mendalamnya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Ini merupakan ilmu kekinian terhadap dunia teknologi. Insyaallah, dengan ilmu yang diberikan ini bisa menjadi motor penggerak untuk melakukan perubahan dalam diri kita sendiri,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana peserta diajak meresapi kembali materi yang disampaikan serta mempraktikkan pengelolaan energi melalui ketenangan hati dan kesadaran diri. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait hubungan antara ilmu spiritual, energi, dan perkembangan teknologi di masa kini.

(Rifa Hendri)

Also Read

Tags