Presentasi Wibowo Kupas Solusi Ekonomi Media dan Penguatan Literasi Wartawan

INSKA NEWS

INSKANEWS,Bekasi – Kegiatan pelatihan jurnalistik yang digelar di kawasan Perkantoran Galaxy, Bekasi, Jawa Barat, hari ini menghadirkan narasumber Wibowo yang menyampaikan materi mengenai penguatan ekonomi media serta peningkatan literasi dan keterampilan wartawan. Kegiatan ini diikuti para jurnalis muda yang ingin memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi di tengah tantangan industri media yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Wibowo menekankan bahwa media dan wartawan memiliki kemampuan serta kesempatan besar untuk ikut mengembangkan ekonomi. Menurutnya, jurnalis tidak hanya bekerja dalam ruang redaksi, tetapi juga dapat berperan dalam menciptakan nilai tambah melalui berbagai inovasi dan layanan yang relevan dengan kebutuhan publik maupun institusi.

Ia menjelaskan dua solusi ekonomi media yang dapat dikembangkan, yaitu biro jasa dan R.O (material). Melalui konsep biro jasa, media dapat membuka layanan profesional seperti pembuatan konten, dokumentasi, promosi, hingga pelatihan. Sementara itu, melalui R.O (material), perusahaan media dapat berkreasi memanfaatkan berbagai kebutuhan publik seperti merchandise, paket publikasi, atau materi promosi sehingga dapat menghasilkan pendapatan tambahan di luar produk berita.

Meski demikian, Wibowo menegaskan bahwa tugas utama wartawan tetaplah menulis berita. Ia mengingatkan bahwa setiap jurnalis harus berpegang pada rumus 5W+1H—what, who, when, where, why, dan how—sebagai dasar penyusunan informasi yang akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain aspek ekonomi, Wibowo juga menyoroti pentingnya literasi bagi wartawan.

“Literasi adalah kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan cerdas,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca, tetapi juga mencakup proses memahami konteks dan mengelola informasi secara efektif.

Wibowo memaparkan enam literasi dasar yang perlu dimiliki insan media, yaitu:

1. Literasi baca-tulis
2. Numerasi
3. Sains
4. Digital
5. Finansial
6. Budaya dan kewargaan

Selain literasi, wartawan juga dituntut memiliki skill atau keterampilan, yaitu kemampuan teknis dan praktis untuk menjalankan tugas profesional, mulai dari riset cepat, pengolahan data, pengambilan gambar, hingga penyajian informasi secara menarik di berbagai platform.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat membuka wawasan jurnalis muda untuk terus berkembang, baik dari sisi profesionalitas maupun kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan industri media yang semakin dinamis.

(Rifa Hendri)

Also Read

Tags