Presiden Prabowo Hadir di Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tekankan Kolaborasi Ulama dan Negara

INSKA NEWS

INSKANEWS,Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar sebagai momentum refleksi sejarah kontribusi NU bagi bangsa.

Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (08/02/2026).

Dengan mengangkat tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban”, Mujahadah Kubro satu abad NU memiliki lima tujuan strategis, antara lain sebagai wadah konsolidasi, peningkatan pemahaman budaya pesantren, pengembangan budaya dan peradaban, penguatan komitmen kebangsaan, serta pelestarian tradisi dan spiritualitas.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa NU memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan nasional. Secara historis, NU bersama para kiai dan ulama senantiasa berada di garis depan dalam menjaga dan menyelamatkan negara, termasuk saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Presiden, sinergi antara ulama dan negara menjadi kekuatan utama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

hadapan para warga Nahdliyin yang hadir, Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

“Saya hadir di sini, saya ingin menyampaikan intinya adalah, terima kasih Nahdlatul Ulama. Terima kasih para kiai, ulama, terima kasih seluruh nahdliyin semuanya. Keluarga besar Nahdlatul Ulama, terima kasih peran NU jaga kedamaian dan stabilitas Indonesia,” ucap Prabowo dikutip dari inews.ID

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menegaskan pemerintah bersikap tegas dan tidak akan mundur dalam memberantas praktik korupsi, penipuan, manipulasi, serta segala bentuk perampasan kekayaan rakyat.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani serta upaya mewujudkan swasembada beras.

Pemerintah juga terus memperluas program perlindungan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program makan bergizi gratis (MBG), penciptaan lapangan kerja, pembangunan industrialisasi nasional, serta penyediaan jutaan hunian layak dan terjangkau bagi rakyat.
Sumber: BPMI Setpres

(Rifa Hendri)

Also Read

Tags