Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur Hadiri Panen Raya Wakaf Produktif Yayasan Rindang Indonesia

INSKA NEWS

INSKA NEWS,Karawang — Yayasan Rindang Indonesia menggelar panen raya program Wakaf Sawah Produktif di Desa Kosambi Batu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Panen dilakukan di atas lahan seluas 2,7 hektare sebagai bagian dari target pengembangan 1.000 hektare lahan wakaf produktif hingga tahun 2045.

Acara panen raya ini juga dirangkaikan dengan kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa Serta Pemotongan Padi, Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Perwakilan Kemenag RI dan Kanwil Kemenag Ka.Karawang ,Kapten Chk Oman Adian Saputra, S.H. (Danramil 0405/Pedes),AKP Marsad, S.H., M.H. (Kapolsek Pedes),H. Ali, S.Ag. (Kepala KUA Cilebar),H. Romli, SKM., MAP. (Camat Cilebar) kepala desa Kosambi Batu, Pusaka Jaya Selatan, dan Kertamukti,Penasehat Yayasan Rindang Indonesia, Slamet Riyadi, S.H serta donatur dan tokoh masyarakat lainnya.

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., turut memberikan sambutan secara daring dan menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Rindang Indonesia dalam pemberdayaan pangan berbasis wakaf.

Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia, M. Adhie Pamungkas, S.H., menjelaskan bahwa panen raya ini menjadi momentum penting bagi yayasan dalam menjalankan amanah wakaf secara produktif.
“Ini upaya kami menjaga amanah umat dan memastikan hasil pertanian dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera, khususnya anak yatim,” ujarnya.

Adhie juga memaparkan perjalanan Yayasan Rindang Indonesia yang telah berdiri selama 15 tahun dengan fokus pada program pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Program pemberdayaan karakter berbasis kebangsaan dan keagamaan kini telah menjangkau lebih dari 1.019 penerima manfaat di Kota Bekasi, Karawang, dan wilayah lainnya.

Terkait visi besar pengembangan wakaf produktif, ia menegaskan bahwa target menuju 1.000 hektare lahan wakaf akan dilakukan bertahap.

“Saat ini baru berjalan 2,7 hektare. Target kami 35 hektare pada 2030 dan terus berkembang hingga 1.000 hektare pada 2045. Kami mohon doa dan dukungan agar ini dapat terwujud,” tambahnya.

Hadir pula Direktur Zakat dan Wakaf Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., yang memberikan apresiasi langsung kepada Yayasan Rindang Indonesia. Ia menilai wakaf berbasis desa dan pemberdayaan petani merupakan model yang strategis dalam memperkuat ekonomi umat.

“Indonesia kaya jika dikelola dengan baik. Kami siap mendukung 100 persen melalui program Kota Wakaf dan inkubasi wakaf produktif di berbagai daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa hasil wakaf produktif tidak hanya bermanfaat untuk penyediaan pangan, tetapi juga dapat diarahkan menjadi beasiswa dan bantuan pendidikan bagi anak yatim serta dhuafa.

Founder sekaligus Penasehat Yayasan Rindang Indonesia, Aswar Wahab, menyampaikan bahwa konsep wakaf sawah produktif adalah model yang sangat efektif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Hasil panen kali ini sangat memuaskan. Kami berharap semakin banyak lembaga melakukan hal serupa. Ini langkah awal menuju target nasional satu juta hektare lahan sawah produktif pada 2045,” ujarnya.

Hasil panen dari lahan wakaf produktif di Karawang ini akan disalurkan langsung kepada anak yatim dan dhuafa. Selain memberikan manfaat jangka pendek, program ini diharapkan memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat rentan secara berkelanjutan.

Yayasan Rindang Indonesia mengajak berbagai pihak untuk turut memperluas gerakan wakaf produktif di Indonesia.(mmn)

Also Read

Tags