INSKA NEWS Jakarta Timur – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik terus dilakukan di lingkungan RT 011/RW 01, Duren Sawit, Jakarta Timur. Melalui Bidang Pengolahan Sampah (BPS), warga mulai membudidayakan maggot sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut tampak Ketua BPS, Bang Elsan, bersama Ketua RT 011, Bapak Syarif Hidayatullah, memberikan edukasi kepada warga mengenai manfaat budidaya maggot yang berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF). Maggot dinilai sangat efektif dalam mengurai sampah organik dapur sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Setiap koloni maggot mampu mengolah sekitar 1 kilogram sampah organik dapur per hari dan dapat diberi pakan hingga enam kali sehari. Sebelum diberikan kepada maggot, sampah organik dianjurkan dicacah atau dihaluskan agar lebih mudah dikonsumsi dan mempercepat proses penguraian.
Budidaya maggot diawali dari telur lalat BSF yang diletakkan pada media kayu. Setelah menetas menjadi baby maggot, larva tersebut dipelihara dengan pakan berupa sampah organik dapur hingga siap dipanen.

Selain membantu mengatasi persoalan sampah, maggot yang telah dipanen juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dijual sebagai pakan ternak berkualitas, seperti untuk ayam, bebek, burung, ikan lele, serta berbagai jenis unggas lainnya.
Ketua RT 011, Bapak Syarif Hidayatullah, bersama Ketua BPS Bang Elsan berharap program ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.(Yudi)

















