INSKA NEWS, Purwakarta – Dena Mulyana (41), sebagai komando rombongan, memimpin 12 anggota Tim Panca Pilar Propertindo Maracang Purwakarta,Minggu-28/12/2025.
Dalam pendakian yang mendebarkan di Gunung Parang Purwakarta. Tantangan semakin terasa dengan cuaca yang tidak bersahabat.
Sebelum memulai pendakian, Dena memimpin briefing lebih dulu, Ia menekankan beberapa aturan penting yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota tim.
Tujuannya jelas, memastikan keamanan dan kelancaran pendakian serta mencegah adanya pelanggaran yang dapat membahayakan.
Dena dan timnya tak gentar menghadapi medan terjal, tanjakan curam, dan jalan setapak berliku yang licin, merupakan ciri khas Gunung Parang.
Adrenalin terpacu saat mereka melewati jalanan licin dan curam, menguji nyali dan ketahanan fisik.
Meski langit terlihat mendung tebal telah menyelimuti Gunung Parang, pertanda akan segera turun hujan, namun semangat mereka tak surut.
“Kami memutuskan untuk tetap melanjutkan pendakian, tetapi saya ingatkan kepada seluruh anggota tim untuk tetap berhati-hati dan waspada.
Perhatikan setiap langkah, jangan sampai ada yang terpeleset atau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Dena.
Dena mengakui bahwa hobi mendaki gunung memang terbilang ekstrem dan menantang maut. Namun, baginya, hobi ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang penuh makna.
“Dalam setiap pendakian, ada banyak hal baru yang bisa kita ambil sebagai pengalaman berharga dan pengetahuan tentang alam bebas,” ungkap Dena Mulyana dengan semangat.
Gunung Parang yang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memang menawarkan daya tarik tersendiri.
- Lokasinya yang berdekatan dengan Waduk Jatiluhur menambah keindahan panorama alam sekitar. Gunung batu andesit ini memiliki ketinggian 963 meter di atas permukaan laut.Gunung Parang memiliki tiga puncak dengan ketinggian yang berbeda-beda. Medan vertikalnya seolah memanggil para pemanjat untuk menguji adrenalin mereka.Kini, Gunung Parang telah dilengkapi dengan jalur via ferrata sebagai alternatif trekking dan climbing yang lebih aman.

Meskipun ketinggiannya “hanya” sekitar 936 MDPL, tantangan yang ditawarkan Gunung Parang tetap memacu adrenalin para pendaki.
Pendakian Tim Panca Pilar Propertindo Maracang Purwakarta yang beranggotakan 12 orang di tengah cuaca ekstrem ini menjadi bukti bahwa semangat pantang menyerah dan persiapan yang matang adalah kunci untuk menaklukkan tantangan alam.
Kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan pendakian ini. Mereka saling membantu dan memastikan tidak ada anggota yang tertinggal jauh.
Sesekali, rombongan yang dikomandoi oleh Dena berhenti sejenak untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan menikmati seteguk air.
Bagi mereka yang membawa kopi hangat dan camilan ringan, momen istirahat menjadi ajang berbagi kebersamaan.
Mereka saling menawarkan bekal, menciptakan suasana hangat dan akrab di tengah dinginnya udara pegunungan. Momen indah ini mereka lakukan saat libur refleksi akhir tahun.
Namun, cuaca buruk terus mengintai. Angin kencang juga mulai berhembus, menambah kekawatiran bagi para pendaki.
Meski demikian, Dena dan timnya tetap solid dan saling membantu. Mereka terus melangkah dengan hati-hati, menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Sesekali mereka berhenti untuk beristirahat dan mengatur strategi.
Setelah berjuang selama beberapa jam, akhirnya Dena dan seluruh anggota tim berhasil mencapai puncak Gunung Parang.
Rasa lelah dan dingin langsung sirna begitu mereka menyaksikan pemandangan spektakuler dari atas sana.

Awan putih yang berarak, Waduk Jatiluhur yang membentang luas, dan hijaunya perbukitan di sekitarnya menjadi hadiah yang tak ternilai harganya.
(Suyono)

















