Tol Getaci Membawa Harapan Baru bagi Masyarakat dan Pariwisata Selatan Jawa

INSKA NEWS

INSKANEWS, Bekasi, 26 Januari 2026 — Pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) kembali menjadi angin segar bagi percepatan konektivitas wilayah selatan Pulau Jawa. Proyek strategis nasional ini dinilai tidak hanya akan memangkas waktu tempuh antardaerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal yang selama ini kurang tersentuh infrastruktur memadai.

Jalan Tol Getaci dirancang memiliki panjang total 206,65 kilometer yang membentang dari Gedebage, Bandung, melewati Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga berakhir di Cilacap. Tol ini merupakan bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa Selatan yang ke depannya akan terhubung dengan Tol Cilacap–Yogyakarta serta Cilacap–Pejagan. Konektivitas ini diyakini mampu menjadi tulang punggung mobilitas baru bagi masyarakat dan wisatawan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proyek Tol Getaci akan kembali dilelang dan mulai dibangun pada tahun 2026. Pemerintah menargetkan tol ini dapat beroperasi penuh pada tahun 2029. “Tahun ini rencana ada empat (proyek jalan tol). Sentul Selatan–Karawang Barat, terus di Bali, terus Gedebage–Tasik, dan Pejagan–Cilacap, cuma semua memang masih proses due diligence,” ujar Dody Hanggodo di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (25/1/2025).

Kehadiran Tol Getaci membawa harapan besar bagi daerah-daerah yang dilintasinya, khususnya kawasan wisata unggulan seperti Pangandaran, Garut, dan Tasikmalaya. Selama ini, akses menuju wilayah selatan Jawa Barat dikenal menantang dan memakan waktu lama. Dengan adanya tol, perjalanan wisata diharapkan menjadi lebih nyaman, aman, dan efisien, sehingga minat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat.

Tak hanya sektor pariwisata, masyarakat lokal juga berpotensi merasakan dampak positif secara langsung. Pelaku usaha kecil, pengrajin, petani, hingga pelaku UMKM akan memperoleh akses distribusi yang lebih cepat dan murah. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar jalur tol.

Meski demikian, pembangunan Tol Getaci juga diharapkan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Keterlibatan masyarakat, transparansi proses, serta pembangunan yang berkelanjutan menjadi kunci agar proyek ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang.

Dengan dimulainya kembali proyek Tol Getaci, harapan akan pemerataan pembangunan di wilayah selatan Jawa semakin nyata. Jalan tol ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan jembatan harapan menuju masa depan pariwisata dan ekonomi daerah yang lebih maju dan inklusif.

 

Dadan

Also Read

Tags