INSKANEWS Bekasi , 27 April 2026 — Kondisi udara lembab yang melanda wilayah Jabodetabek hari ini menambah tantangan kenyamanan masyarakat perkotaan. Suhu yang terasa pengap dan lengket membuat penggunaan pendingin ruangan (AC) semakin tak terhindarkan. Situasi ini sekaligus membuka peluang besar bagi penyedia jasa service AC, yang mulai menerima peningkatan permintaan dari pelanggan untuk perawatan rutin maupun perbaikan.
Udara lembab diketahui dapat mempercepat timbulnya masalah pada AC, seperti berkurangnya kemampuan pendinginan, kebocoran air, hingga timbulnya bau tidak sedap. Hal ini terjadi karena sistem pendingin bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan suhu dan kelembaban ruangan. “Kalau AC tidak diservis, risiko kerusakan lebih cepat. Sekarang banyak pelanggan yang minta cuci AC pembersihan filter dan pengecekan freon,” ujar seorang teknisi AC di Bekasi.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat bahwa musim kemarau tahun 2026 berpotensi berlangsung lebih kering dibandingkan rata-rata kondisi selama 30 tahun terakhir. Peringatan ini menandakan bahwa kebutuhan akan pendingin ruangan akan semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk.
AC yang kotor dapat menjadi sarang bakteri dan jamur, sehingga servis berkala menjadi langkah preventif yang bijak. Bagi penyedia jasa service AC, kondisi ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga kesempatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perawatan AC demi kenyamanan dan kesehatan jangka panjang.
Kombinasi udara lembab hari ini dan ancaman kemarau kering ke depan menjadikan jasa service AC semakin relevan dan dibutuhkan.(Yudi)

















