Warga Kebumen Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bandung, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

INSKA NEWS

INSKA NEWS,Bandung – Marwadi (56), warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kelurahan Pungkur, Kota Bandung, telah dimakamkan di kampung halamannya pada Jumat dini hari, 2 Januari 2026.

Marwadi ditemukan tidak bernyawa di kamar kos yang beralamat di Jalan Pangampaan No. 14, RT 03 RW 06, Kelurahan Pungkur, Kota Bandung, pada Kamis siang, 1 Januari 2026.

Berdasarkan identitas kependudukan, almarhum tercatat sebagai warga Gandusari RT 001 RW 001, Desa Gandusari, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.

Kematian Marwadi diperkuat dengan surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di Instalasi Forensik pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.

Ketua Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya, Farhan Djuniadji, mengatakan bahwa informasi awal terkait meninggalnya korban diperoleh dari laporan para relawan yang menerima kabar adanya warga ber-KTP Kabupaten Kebumen meninggal dunia di Bandung.

“Setelah menerima informasi tersebut, saya langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun saat itu, jenazah sudah dibawa ke RS Sartika Asih untuk keperluan visum,” ujar Farhan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kematian Marwadi dinyatakan akibat sakit dan tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun tindak kriminal. Menurut keterangan rekan satu kos, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit lambung.

Farhan menambahkan, seorang relawan asal Kebumen bernama Dino, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek daring, turut membantu proses pengurusan jenazah serta menghubungi pihak keluarga.

“Akhirnya, adik korban yang berada di Bekasi berhasil dihubungi dan datang ke Bandung,” ungkapnya.

Atas dasar kemanusiaan serta tanggung jawab moral dan sosial, Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya kemudian berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman.

“Saya berkoordinasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, kemudian diarahkan ke Kesra Pemerintah Kabupaten Kebumen, hingga akhirnya menghubungi BAZNAS Kabupaten Kebumen,” jelas Farhan.

Ia menyebutkan, seluruh biaya pemulangan jenazah hingga proses pemakaman di Kabupaten Kebumen sepenuhnya ditanggung oleh BAZNAS Kabupaten Kebumen.

Dengan demikian, proses pemulangan dan pemakaman almarhum Marwadi dapat berjalan dengan lancar dan layak.
[mmn]

Also Read

Tags