Dukung UMKM PJT, Notaris dan PPAT Dr H Noor Rohmat SH M.Kn Ditunjuk Sebagai Notaris Bank Jateng

inskanewsredaksi

INSKA NEWS, Jakarta — Upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia perbankan, organisasi masyarakat, dan tenaga profesional di bidang hukum. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank Jateng Cabang Jakarta dengan Notaris dan PPAT Dr. H. Noor Rohmat, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bank Jateng Cabang Jakarta tersebut sekaligus menjadi rangkaian acara pelatihan Micro Business Game bagi pelaku UMKM binaan Paguyuban Jawa Tengah di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Dr. H. Noor Rohmat SH M.Kn resmi ditunjuk sebagai notaris pendamping dalam berbagai proses legalitas dan perjanjian kredit antara Bank Jateng dengan UMKM binaan PJT.

Kerja sama ini dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan pembiayaan usaha, khususnya bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan dari lembaga perbankan. Peran notaris dalam proses tersebut meliputi verifikasi dokumen, penyusunan akta otentik, pengecekan jaminan, hingga pengesahan perjanjian kredit antara debitur dan kreditur.


Dalam keterangannya usai penandatanganan kerja sama, Dr. H. Noor Rohmat menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Bank Jateng untuk mendukung pengembangan UMKM binaan Paguyuban Jawa Tengah.


“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung pertumbuhan UMKM agar semakin berkembang dan memiliki kepastian hukum dalam setiap proses perbankan. Peran notaris menjadi penting agar setiap perjanjian kredit berjalan sesuai ketentuan hukum dan mampu melindungi kepentingan semua pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nantinya setiap proses pembiayaan akan dilengkapi dengan akta notarial yang memiliki kekuatan hukum serta memastikan keabsahan jaminan yang diberikan debitur, baik berupa benda bergerak maupun tidak bergerak.

Menurutnya, keterlibatan notaris dalam proses kredit perbankan juga menjadi langkah preventif untuk meminimalisasi risiko, termasuk potensi terjadinya kredit bermasalah atau kredit macet.

Sementara itu, Pemimpin Bank Jateng Cabang Jakarta, Anugrah Sigit Yanuar, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan dan penandatanganan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Jateng dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM agar semakin adaptif dan kompetitif di tengah perkembangan dunia usaha.

“Melalui pelatihan Micro Business Game ini, kami berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan bisnis, memperluas jaringan usaha, serta mampu mengelola keuangan dengan lebih baik sehingga produktivitas dan pendapatan usaha dapat meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat sinergi antar pelaku UMKM binaan PJT sehingga mampu membangun ekosistem usaha yang solid, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi.

Ke depan, Bank Jateng disebut akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan, pelatihan, dan pendampingan bagi UMKM sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Kolaborasi antara Bank Jateng, notaris, dan UMKM Paguyuban Jawa Tengah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha yang lebih luas sekaligus memperkuat legalitas serta kepercayaan sektor perbankan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia. (mmn)

Also Read