INSKANEWS, Bekasi — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al-Ittihadul Amin yang berlokasi di Jalan Sewakarsa 2, Jatibening Baru, Pondok Gede. Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan salat sunnah Idul Fitri secara berjamaah.
Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema di seluruh penjuru masjid, menciptakan suasana religius yang menyentuh hati. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Mereka tampak duduk dengan tertib dan khusyuk, bersama-sama mengumandangkan takbir sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan salat Idul Fitri berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, mulai dari takbir hingga pelaksanaan dua rakaat salat Id. Momentum ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti umat Islam, sebagai penanda berakhirnya bulan suci Ramadan sekaligus awal dari hari kemenangan.
Bertindak sebagai khatib, Ustadz Marulloh menyampaikan khutbah Idul Fitri di hadapan ratusan jamaah. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam untuk senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, baik yang terlihat maupun yang tidak disadari.
Ia menjelaskan bahwa salah satu nikmat terbesar yang patut disyukuri adalah nikmat keimanan. Menurutnya, tidak semua orang diberikan keteguhan hati untuk tetap berada di jalan Allah. Oleh karena itu, umat Islam yang masih diberikan keimanan harus menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya.
“Hari ini kita masih diberikan nikmat keimanan oleh Allah SWT. Hati kita masih ditetapkan untuk hanya menyembah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya. Ini adalah karunia yang sangat besar,” ungkapnya dalam khutbah.
Selain itu, Ustadz Marulloh juga menekankan pentingnya nikmat kesehatan. Ia mengingatkan bahwa kemampuan untuk melangkah menuju masjid, menggerakkan anggota tubuh, serta melaksanakan ibadah dengan sempurna merupakan bentuk nikmat yang sering kali luput dari perhatian.
“Dengan nikmat kesehatan, kita dapat melangkahkan kaki menuju masjid, mengangkat tangan untuk berdoa, dan berkumpul bersama dalam pelaksanaan salat Idul Fitri. Ini semua patut kita syukuri,” lanjutnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti nikmat waktu dan kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia. Menurutnya, tidak semua orang diberi umur panjang hingga dapat kembali merasakan suasana Idul Fitri.
“Allah masih memberikan kita waktu dan kesempatan sehingga kita bisa kembali bertemu dengan hari raya Idul Fitri tahun ini. Ini adalah nikmat yang luar biasa dan tidak bisa kita hitung satu per satu,” tambahnya.
Dalam khutbahnya, ia juga mengutip makna dari firman Allah SWT yang menyatakan bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya dan tidak menghendaki kesulitan. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar senantiasa menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan terhadap rahmat Allah.
Usai pelaksanaan salat, suasana hangat penuh kebersamaan terasa di lingkungan masjid. Para jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama.
Perayaan Idul Fitri di Masjid Al-Ittihadul Amin tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keimanan, dan rasa syukur. Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan seluruh jamaah dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
Penulis : Kus

















