INSKANEWS, Jakarta — Empat film pendek karya sineas Indonesia akan tayang perdana dalam program Next Step Studio di ajang Cannes Film Festival 2026. Keempat film tersebut akan diputar dalam program La Semaine de la Critique dan menjadi bagian dari edisi perdana Next Step Studio yang diproduksi oleh KawanKawan Media.
Empat film yang terpilih yakni *Holy Crowd* karya Reza Fahriyansyah bersama Ananth Subramaniam dari Malaysia, *Original Wound* karya Shelby Kho bersama Sein Lyan Tun dari Myanmar, *Annisa* karya Reza Rahadian bersama Sam Manacsa dari Filipina, serta *Mothers Are Mothering* karya Khozy Rizal bersama Lam Li Shuen dari Singapura. Film-film tersebut dibintangi sejumlah aktor Indonesia, di antaranya Prilly Latuconsina, Happy Salma, Asmara Abigail, Yusuf Mahardika, hingga Choirunnisa Fernanda.
Dalam konferensi pers di Institut Français Indonesia Jakarta pada 5 Mei 2026, Produser Next Step Studio 2026 sekaligus pendiri KawanKawan Media, Yulia Evina Bhara, menegaskan bahwa Next Step Studio Indonesia menjadi tonggak diplomasi budaya yang memperkuat posisi Indonesia di ekosistem sinema global. Menurutnya, dukungan pemerintah, sineas muda, dan kolaborasi internasional menjadi modal penting bagi Indonesia untuk tampil di panggung perfilman dunia.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Irini Dewi Wanti, mengatakan inisiatif tersebut tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk masuk ke jaringan industri global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis. Ia menambahkan, kehadiran Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh.
Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menilai program tersebut bukan sekadar program kreatif biasa, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia. Menurut dia, sektor sinema kini menjadi salah satu pilar utama dalam membangun kekuatan budaya kedua negara.
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menyebut keikutsertaan Indonesia di Cannes sebagai momentum bersejarah bagi perfilman nasional. Ia mengatakan, sinema Indonesia secara signifikan jumlahnya akan ditayangkan di La Semaine de la Critique Cannes dan momentum tersebut patut dirayakan sebagai tonggak baru kolaborasi internasional.
—
Ryennaldy Zulkarnain

















