INSKA NEWS, Jakarta —— Peluncuran poster dan trailer resmi film Keluarga Suami Adalah Hama digelar dalam sebuah konferensi pers yang menghadirkan jajaran pemain serta kru produksi. Acara ini menjadi momentum awal untuk memperkenalkan film drama keluarga tersebut kepada publik sebelum penayangannya di bioskop pada 21 Mei 2026. Para pemeran utama seperti Omar Daniel, Raihaanun, hingga sutradara Anggi Umbara turut berbagi pengalaman mereka selama proses produksi. Selasa, 28 April 2026, dalam sebuah konferensi pers di XXI Senayan City.
Film ini mengangkat kisah konflik rumah tangga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya hubungan antara suami, istri, dan keluarga besar. Produser menyampaikan bahwa cerita ini berawal dari konten populer di platform digital yang telah meraih ratusan juta penonton, kemudian dikembangkan menjadi film layar lebar dengan pendalaman karakter yang lebih kuat.
Sutradara Anggi Umbara menjelaskan bahwa cerita dalam film tersebut merupakan refleksi dari pengalaman pribadi dan lingkungan sekitarnya. Ia menuturkan bahwa konflik yang ditampilkan bukan sekadar dramatik, melainkan realitas yang sering dialami pasangan suami istri. “Semua potongan cerita di film ini terasa sangat dekat, bahkan saya sendiri pernah mengalaminya,” ujarnya.
Pemeran utama, Omar Daniel, yang berperan sebagai Damar, menggambarkan karakternya sebagai sosok pria yang berada di posisi sulit. Ia harus menghadapi tekanan antara ibunya dan istrinya dalam waktu bersamaan. Ia mengatakan bahwa tokoh Damar berusaha mengambil keputusan terbaik meski berada dalam dilema yang kompleks. “Damar hanya ingin adil, tetapi situasinya tidak pernah sederhana,” ungkapnya.
Sementara itu, Raihaanun yang memerankan Intan menyoroti pentingnya komunikasi dalam rumah tangga. Ia menyebut karakter Intan sebagai representasi suara perempuan yang sering terpendam. Menurutnya, perasaan seorang istri sangat valid untuk diungkapkan selama disampaikan dengan cara yang tepat. “Komunikasi menjadi kunci utama agar hubungan tetap berjalan,” katanya.
Dari sisi cerita, film ini tidak menempatkan satu karakter sebagai antagonis. Salah satu pemeran senior menegaskan bahwa konflik muncul karena perbedaan sudut pandang dan cara berkomunikasi, bukan karena adanya tokoh jahat. Ia menyatakan bahwa setiap karakter memiliki niat baik, tetapi sering kali cara penyampaiannya memicu masalah dalam keluarga.
Proses produksi film ini dilakukan dengan pendekatan mendalam, termasuk sesi diskusi intensif antara pemain dan sutradara untuk membangun emosi karakter. Para aktor mengaku mendapatkan pengalaman baru, terutama dalam memahami dinamika hubungan keluarga dan pentingnya empati dalam menghadapi konflik.
Selain cerita yang kuat, film ini juga didukung oleh sejumlah lagu sebagai original soundtrack yang dirancang khusus untuk memperkuat suasana emosional. Dengan kombinasi cerita yang relevan dan pendekatan realistis, Keluarga Suami Adalah Hama diharapkan mampu memberikan pengalaman yang dekat dengan kehidupan penonton serta menjadi refleksi bagi banyak pasangan dalam menjalani rumah tangga. (***)

















