INSKANEWS,Bekasi โ Suasana penuh kegembiraan dan nuansa budaya Sunda mewarnai kegiatan arak-arakan pengantin yang digelar warga Kampung Bojong Jaya RT 001/RW 003, Desa Sumber Sari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi tontonan menarik sekaligus ajang pelestarian budaya daerah yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Arak-arakan pengantin yang melintasi jalan kampung tersebut tampil begitu semarak dengan iringan berbagai atraksi seni budaya.
“Pengantin diarak menggunakan kendaraan hias bernuansa tradisional dengan ornamen megah menyerupai burung merak, yang dalam budaya Sunda melambangkan keindahan, kemuliaan, dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Kehadiran para pemain egrang dengan busana adat Sunda menambah kemeriahan suasana.
Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan rombongan pengantin yang diiringi keluarga, tokoh masyarakat, serta para pemuda setempat. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari prosesi pernikahan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menyambut momen bahagia salah satu warganya.

Acara berlangsung tertib dan lancar berkat pengawalan yang dilakukan oleh Pak Limas bersama Ketua RT dan jajaran pengurus lingkungan setempat. Kehadiran mereka memastikan jalannya arak-arakan tetap aman sehingga masyarakat dapat menikmati prosesi dengan nyaman.
“Ketua RT 001, Rasiman Omboy, mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi arak-arakan pengantin merupakan warisan budaya yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.
Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan acara berjalan lancar. Tradisi arak-arakan pengantin seperti ini merupakan bagian dari budaya Sunda yang mengandung nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Rasiman Omboy.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan acara tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh warga yang bergotong royong mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Bojong Jaya dalam menjaga tradisi dan budaya lokal.
Melalui arak-arakan pengantin budaya Sunda ini, masyarakat Bojong Jaya kembali membuktikan bahwa adat dan tradisi leluhur masih memiliki tempat istimewa di tengah kehidupan modern.
Selain menjadi bagian dari prosesi pernikahan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Sunda sebagai warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Budaya adalah identitas bangsa. Ketika budaya dijaga, maka jati diri masyarakat akan tetap terpelihara.
Dengan semangat tersebut, warga Bojong Jaya berharap tradisi arak-arakan pengantin budaya Sunda dapat terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai warisan leluhur mereka.
Jurnalis : Ajuk

















