INSKA NEWS,JAKARTA, – Ketua DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DKI Jakarta, Yamarlin Hulu yang akrab disapa Marlin, menyoroti lambannya penanganan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang mengalami kerusakan hingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
Saat ditemui di Kantor DPD AWPI DKI Jakarta, Wisma SMR, Jakarta Utara, Jumat (24/7/2026), Marlin menilai persoalan tersebut merupakan isu serius karena menyangkut hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman, nyaman, dan layak.
“Ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terlebih Jakarta merupakan Ibu Kota yang selama ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Marlin.
Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendorong visi menjadikan Jakarta sebagai kota global.
“Pak Gubernur memiliki konsep besar menjadikan Jakarta sebagai kota global. Namun, di sisi lain masih ada sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan proses penanganannya berjalan lambat. Kondisi seperti ini tentu menjadi perhatian dan perlu segera dibenahi agar sejalan dengan visi pembangunan Jakarta,” katanya.
Kondisi gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan

Marlin mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan guna meminta penjelasan sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran yang bertanggung jawab.
“Pak Gubernur perlu memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan untuk melakukan evaluasi. Publik berhak mengetahui apa yang menjadi kendala sehingga pembangunan sekolah ini belum juga terealisasi, padahal persoalan ini sudah berlangsung hampir dua tahun,” ujarnya.
Ia juga meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan secara terbuka apakah pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah atau belum.
“Perlu dijelaskan kepada masyarakat apakah pembangunan sekolah ini sudah dianggarkan atau belum. Jika belum, apa kendalanya. Transparansi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” tegasnya.
Menurut Marlin, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari kurikulum maupun prestasi akademik, tetapi juga dari tersedianya sarana dan prasarana yang layak bagi peserta didik.
“Visi menjadikan Jakarta sebagai kota global harus dibarengi dengan pelayanan dasar yang berkualitas. Jangan sampai masih ada anak-anak yang harus belajar di lingkungan sekolah yang tidak aman atau tidak layak digunakan,” katanya.
Marlin menegaskan, DPD AWPI DKI Jakarta akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan, serta mendorong agar setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat ditangani secara cepat, transparan, dan akuntabel.
Sebelumnya, kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi menjadi perhatian publik setelah kerusakan bangunan sekolah berdampak pada kegiatan belajar mengajar.(mmn)

















