BEKASI— Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi menggelar kegiatan Road Show Toleransi dan Antiradikalisme pada 16–17 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kerja sama berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan di Kota Bekasi.
Kegiatan mengangkat semangat kebersamaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan kondusif. Bekasi yang dikenal sebagai salah satu kota dengan keberagaman masyarakat terus mendorong penguatan nilai toleransi di tengah perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial.

Perwakilan SETARA Institute yang bertindak sebagai moderator turut menjawab berbagai pertanyaan peserta, termasuk mengenai peran lembaga independen dalam mengawasi kebijakan pemerintah serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kehidupan demokratis dan toleran.

Perwakilan gereja, Syane G, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di lingkungan gereja. Menurutnya, interaksi perwakilan gereja penting agar masyarakat memperoleh informasi dan pemahaman yang memadai serta mengetahui langkah-langkah yang tepat ketika menemukan persoalan yang perlu dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, Abdul Malik dari BNPT menjelaskan mengenai intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Indonesia. Ia menekankan pentingnya kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari kebebasan iman dan tanggung jawab keagamaan.
Kaum muda juga diharapkan aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Dalam upaya pencegahan, tokoh masyarakat dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu kunci dalam membangun ketahanan sosial dan menjaga kerukunan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Kota Bekasi sebagai kota yang terus mengembangkan praktik toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Reporter Yudi








