Kesbangpol DKI Matangkan Pelaksanaan Hari Anak Nasional 2026 di TIM

INSKA NEWS

INSKANEWS, Jakarta – Panitia Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan persiapan teknis menjelang pelaksanaan kegiatan pada 28 Juli 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Koordinasi dilakukan bersama pengelola gedung guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi ribuan peserta yang terdiri atas anak-anak, orang tua, serta tamu undangan. Jumat, 24 Juli 2026.

Ketua Panitia HAN 2026, Denis, menjelaskan bahwa kegiatan akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 WIB. Pada sesi pagi, panitia menggelar lomba mewarnai, menggambar, dan fashion show yang dipusatkan di area lobi serta pelataran gedung. Seluruh peserta lomba diminta membawa perlengkapan masing-masing, sementara panitia menyiapkan area pelaksanaan agar tetap nyaman dan representatif.

“Acara dimulai sejak pagi dengan lomba mewarnai, menggambar, dan fashion show. Seluruh peserta akan diarahkan ke area yang telah disiapkan agar kegiatan berlangsung tertib dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Denis.

Selain perlombaan, panitia juga telah menyusun jadwal pertunjukan seni yang melibatkan sekitar 600 anak dari 30 sanggar seni di DKI Jakarta dan daerah sekitarnya. Para peserta akan menjalani gladi teknis sebelum tampil dalam pertunjukan tari, drama musikal, hingga teater anak yang menjadi puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Menurut Denis, pada siang hari kegiatan akan dilanjutkan dengan talk show bertema pendidikan karakter dan motivasi anak sebelum memasuki rangkaian pertunjukan utama. Panitia memperkirakan jumlah peserta beserta orang tua dan pendamping yang hadir mencapai sekitar 1.000 orang, sehingga seluruh fasilitas gedung dimaksimalkan untuk mendukung kelancaran acara.

“Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal. Anak-anak memperoleh ruang berekspresi sekaligus menikmati edukasi melalui pertunjukan seni dan kegiatan yang telah dipersiapkan secara profesional,” katanya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pengelola Taman Ismail Marzuki yang diwakili Didin Rosidin menyampaikan sejumlah ketentuan penggunaan fasilitas gedung. Pengelola meminta panitia memperhatikan pengaturan area publik, termasuk penempatan stan makanan, alur lalu lintas pengunjung, penggunaan ruang rias, serta kebersihan lingkungan agar tidak mengganggu aktivitas pengunjung lain yang juga menggunakan kawasan TIM pada hari yang sama.

Didin juga menegaskan bahwa seluruh ruang ganti dan ruang rias merupakan area terbatas yang hanya dapat diakses oleh peserta dan panitia yang memiliki tanda pengenal resmi. Langkah tersebut diterapkan untuk mengantisipasi kehilangan barang pribadi sekaligus menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Seluruh peserta dan panitia yang masuk ke ruang rias wajib menggunakan tanda pengenal. Area tersebut harus steril demi menjaga keamanan barang-barang pribadi para peserta,” tegas Didin.

Selain itu, pengelola TIM mengingatkan agar aktivitas memasak tidak dilakukan di area lobi maupun di dalam gedung. Stan makanan hanya diperbolehkan menjual produk siap saji sesuai ketentuan pengelola. Panitia juga diminta berkoordinasi dengan petugas keamanan, pengelola parkir, serta tim kebersihan agar seluruh rangkaian Hari Anak Nasional 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (***)

(Rizki)

Also Read

Tags