BEKASI — Forum Kepakaran Indonesia (FKI) bekerja sama dengan Asistensi Media Nasional (AsMEN) menggelar diskusi publik bertema “Utang Negara: Beban Generasi atau Investasi Masa Depan”. Kegiatan berlangsung di Studio AsMEN, Kota Bekasi, Jawa Barat, dan diikuti peserta secara luring serta daring.Selasa 1/9/2026
Forum tersebut membahas kualitas pengelolaan utang negara, produktivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kemampuan fiskal, serta dampak pembiayaan negara terhadap perekonomian dan generasi mendatang.
Ketua Umum FKI sekaligus pengarah kegiatan, Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M., mengatakan utang negara tidak cukup dinilai hanya dari besarnya nominal. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan pembiayaan tersebut digunakan untuk kegiatan produktif dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
“Ketika kita berbicara mengenai utang, jangan hanya melihat berapa besar utang negara. Kita juga harus melihat untuk apa utang itu digunakan, siapa yang menikmati manfaatnya, dan apakah manfaat tersebut lebih besar daripada beban yang harus ditanggung generasi berikutnya,” ujar Risman.
Ia menilai utang dapat menjadi instrumen pembangunan apabila dikelola secara transparan, terukur, dan diarahkan pada sektor produktif. Sebaliknya, utang berpotensi menjadi beban apabila tidak menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.
Ketua AsMEN, Nurholis, menambahkan bahwa pengelolaan utang harus disertai pengawasan yang kuat. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat serta mencegah terjadinya kebocoran dan praktik korupsi.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Subriatna, menilai rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) perlu dilihat bersama kemampuan negara dalam menghasilkan pendapatan dan membayar kewajiban.
Ia mendorong pembiayaan utang diarahkan pada sektor strategis, seperti infrastruktur berkualitas, pendidikan, kesehatan, industri pengolahan, dan peningkatan produktivitas.
“Utang akan menjadi investasi apabila digunakan untuk pembangunan yang produktif,” ungkap Subriatna.
Pandangan tersebut diperkuat Prof. Dr. Sugiono, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nasional. Ia mengatakan tingginya utang masih dapat dikelola apabila diimbangi pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan kemampuan fiskal yang memadai.
Forum FKI dan AsMEN merekomendasikan peningkatan kualitas pengelolaan utang, optimalisasi APBN, perluasan sumber penerimaan negara, penguatan hilirisasi, serta peningkatan pengawasan anggaran.
Hasil diskusi tersebut selanjutnya akan didorong menjadi masukan kepada pemerintah guna memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.
Yudi








