INSKANEWS , Bekasi 26 Juli 2026 – Di sudut jalan perumahan yang tenang, seorang pedagang tua dengan sigap menyajikan es cingcau, minuman tradisional yang sudah menjadi bagian dari keseharian warga Bekasi selama puluhan tahun. Ia melayani pembeli dengan penuh ketelatenan, untuk menjaga cita rasa yang tak lekang oleh waktu.
Es cingcau sendiri terbuat dari gel tumbuhan cingcau yang berwarna hijau pekat, memiliki tekstur kenyal, dan disajikan bersama sirup manis, gula merah, santan, serta es batu yang melimpah. Rasanya yang segar, manis, dan sedikit gurih sangat cocok dinikmati saat cuaca panas, menjadikannya favorit semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Pedagang yang enggan menyebutkan namanya ini mengaku sudah berjualan es cingcau dari tahu 1984 . “Saya berkeliling dari kampung ke kampung, jalan ke jalan. Awal pertama jualan di daerah depok,terus pindah ke tanggerang, Marunda dan sekarang di bekasi. Banyak pelanggan yang sudah saya kenal sejak mereka masih sekolah, sekarang sudah berkeluarga dan tetap datang membeli,” ujarnya sambil menata gelas plastik di gerobak sederhananya. Dengan harga Rp5000 per porsi, ia berusaha menjaga harga tetap terjangkau meski biaya bahan baku terus mengalami kenaikan.
Di tengah gempuran minuman kekinian yang terus bermunculan, es cingcau tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Selain rasanya yang khas, minuman ini juga dianggap memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti mendinginkan tubuh dan membantu melancarkan pencernaan. Kehadiran pedagang seperti beliau menjadi bukti bahwa makanan dan minuman tradisional akan terus hidup selama ada yang menjaga dan melestarikannya.
Warga sekitar yang kerap menjadi pelanggan mengaku selalu menanti kedatangan pedagang ini. “Rasanya tak pernah berubah, selalu segar dan bikin rindu. Semangat beliau berjualan sampai sekarang patut kita apresiasi,” ujar salah satu warga Bekasi(soleh)

















