INSKANEWS, Purwakarta – Di tengah gempuran makanan modern dan gaya hidup serba cepat, Kabupaten Purwakarta justru menyimpan permata wisata kuliner yang mengajak pengunjung bernostalgia ke masa lalu. Pasar Sasagaran, yang terletak di Desa Dangdeur RT 02 RW 01, Kecamatan Bungursari, hadir sebagai destinasi kuliner dengan suasana tempo dulu yang kian dicari warga.
Berbeda dengan pasar pada umumnya yang ramai dan berisik, Pasar Sasagaran dibangun dengan konsep yang tenang dan mempertahankan nilai tradisional. Bangunan-bangunan berkonsep kayu dan bambu yang rapi tertata, ditambah alunan musik tradisional yang sayup-sayup terdengar, seketika membawa pengunjung kembali ke masa puluhan tahun silam.
Beragam hidangan khas Purwakarta dan masakan rumahan masa lalu menjadi daya tarik utama di sini. Mulai dari sate maranggi yang dibakar langsung dengan arang kayu, nasi liwet hangat yang disajikan di wadah bambu, aneka pepes ikan, sayur asem, hingga jajanan tradisional seperti wajik, klepon, dodol, dan gula-gula kelapa yang jarang ditemukan di tempat lain. Semua masakan dibuat dengan resep turun-temurun tanpa bahan pengawet, menjaga rasa asli yang lezat dan otentik.
Para pedagang yang sebagian besar adalah warga lokal Desa Dangdeur, melayani pembeli dengan keramahan yang tulus layaknya menyambut saudara sendiri. “Kami ingin menjaga rasa makanan seperti yang biasa dibuat nenek moyang kami, agar generasi muda tahu betapa lezatnya masakan tradisional daerah ini,” ujar salah satu pedagang nasi liwet ibu Dedeh di lokasi, Minggu (26/7).
Kehadiran Pasar Sasagaran bukan hanya sekadar tempat jual beli makanan, melainkan upaya pelestarian budaya sekaligus mendongkrak perekonomian warga setempat. Kini, tempat ini tidak hanya dikunjungi warga sekitar Purwakarta, namun juga banyak didatangi wisatawan dari luar daerah yang sengaja berkunjung untuk menikmati suasana yang asri dan cita rasa yang tak tergantikan.
Pengunjung yang ingin menikmati suasana kuliner tempo dulu ini bisa datang setiap hari Sabtu dan hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Bagi wisatawan yang datang dari luar daerah, akses menuju lokasi juga sudah cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
(Ali Kosasih)

















