INSKANEWS, Jakarta — Ketua Umum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis, menggagas Gerakan Peduli Utang Negara sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Gagasan tersebut disampaikan dalam talk show peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertema “Garuda di Hati Anak Indonesia” yang berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut Nurkholis, gerakan ini lahir dari harapan agar kondisi keuangan negara semakin sehat sehingga ruang fiskal pemerintah dapat lebih difokuskan pada sektor-sektor strategis, khususnya pendidikan. Ia menilai investasi pada sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Ia menjelaskan, apabila beban utang negara dapat berkurang di masa mendatang, pemerintah akan memiliki keleluasaan lebih besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses belajar, serta memperkuat pembinaan anak-anak Indonesia sejak usia dini. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat.
“Harapan kami sederhana, bagaimana Indonesia ke depan memiliki kondisi keuangan yang lebih baik sehingga anggaran negara bisa lebih banyak diarahkan untuk pendidikan dan pembinaan generasi penerus bangsa. Anak-anak Indonesia harus mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik,” ujar Nurkholis.
Ia menegaskan, Gerakan Peduli Utang Negara bukan semata-mata berbicara mengenai besarnya nilai kontribusi yang diberikan masyarakat, melainkan membangun kesadaran kolektif untuk peduli terhadap masa depan bangsa. Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama.
“Jangan melihat besar atau kecilnya kontribusi yang diberikan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kepedulian untuk memulai. Dari langkah kecil itulah akan lahir gerakan besar yang memberi manfaat bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Nurkholis juga menyampaikan bahwa AsMEN akan terus mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan karakter generasi muda. Ia meyakini bahwa kemajuan Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Nurkholis berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan Indonesia adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.
Bila ditujukan untuk media online, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dan menarik dengan gaya headline yang lebih kuat. (Kus)

















