Enzy Storia Bikin Agensi Rumah Tangga Pecah!

inskanewstv

September 3, 2026

4
Min Read

On This Post

 

INSKANEWS., Jakarta, 3 September 2026 — Film Agensi Rumah Tangga siap membawa warna baru ke layar lebar Indonesia. Bukan sekadar komedi, film yang dibintangi Enzy Storia dan Afgan ini memadukan kelucuan para komika perempuan dengan cerita perjuangan perempuan menghadapi kerasnya kehidupan.

Diproduksi Starvision bersama Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, Agensi Rumah Tangga dijadwalkan tayang di bioskop mulai 10 September 2026.

Film yang disutradarai Naya Anindita ini mengisahkan Katia Asmaranto, diperankan Enzy Storia, yang harus menghadapi kenyataan setelah kehilangan pekerjaan. Alih-alih menyerah, Katia memilih bangkit dengan membangun agensi penyalur pekerja rumah tangga.

Dari sinilah berbagai kekacauan sekaligus kisah mengharukan bermula.

Katia harus berhadapan dengan beragam karakter pekerja rumah tangga yang memiliki sifat, persoalan, dan impian masing-masing. Situasi tersebut menjadi ladang komedi yang membuat cerita semakin hidup.

Namun, di balik kelucuan itu, Agensi Rumah Tangga menyimpan pesan yang cukup serius. Film ini ingin mengingatkan bahwa pekerja rumah tangga bukan sekadar bagian dari fasilitas sebuah rumah, melainkan manusia yang memiliki kehidupan, keluarga, perasaan, serta perjuangannya sendiri.

Enzy Storia mengaku karakter Katia terasa dekat dengan realitas kehidupan banyak orang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat kehilangan pekerjaan menjadi persoalan nyata.

“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita,” ujar Enzy.

Ia juga melihat semangat Katia sebagai gambaran perempuan yang tidak mau menyerah ketika berada dalam situasi sulit.

“Apapun bisa dilakuin deh, yang penting halal,” kata Enzy.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan kuat yang dibawa karakter Katia. Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan kesempatan untuk bangkit. Selama pekerjaan tersebut dilakukan secara halal, setiap profesi memiliki nilai dan perjuangannya sendiri.

Tujuh Komika Perempuan Bikin Film Makin Pecah

Daya tarik terbesar Agensi Rumah Tangga datang dari kehadiran tujuh komika perempuan yang ikut meramaikan cerita.

Mereka adalah Ummi Quary sebagai Siti, Musdalifah Basri sebagai Asih, Neneng Wulandari sebagai Marsih, Boah Sartika sebagai Denok, Priska Baru Segu sebagai Rina, Nuri Zhafira sebagai Fitri, dan Mega Salsabila sebagai Ica.

Kehadiran mereka membuat film memiliki energi komedi yang berbeda. Setiap karakter diberikan keunikan masing-masing sehingga humor tidak hanya bertumpu pada satu tokoh.

Naya Anindita mengungkapkan bahwa sejak proses pembacaan naskah, dirinya melakukan pendekatan secara personal dengan para pemeran karakter pekerja rumah tangga.

Menurut Naya, setiap karakter memiliki keunikan yang bisa dikembangkan. Karena itu, komedi dalam film disebar melalui berbagai karakter dan situasi.

“Jadi, jangan pernah menyerah dan semoga ini bisa menjadikan inspirasi buat orang-orang, perempuan-perempuan di Indonesia,” ujar Naya.

Upaya tersebut membuat Agensi Rumah Tangga tidak berhenti sebagai film komedi. Setiap kelucuan memiliki cerita di belakangnya.

Penulis skenario Upi menegaskan, humor dalam film ini tidak dimaksudkan untuk menertawakan pekerja rumah tangga maupun profesinya. Penonton justru diajak tertawa bersama karakter-karakter tersebut sambil memahami perjuangan mereka.

Ketika Tawa Bertemu Realitas

Salah satu cerita yang memperlihatkan sisi emosional film datang dari karakter Dini yang diperankan Dea Panendra.

Dini merupakan perempuan pekerja yang tetap memiliki sisi rapuh di balik ketegarannya. Karakter tersebut membuat Dea melihat kembali pengalaman keluarganya, terutama sosok ibunya yang juga merupakan perempuan pekerja.

Menurut Dea, selama ini perempuan sering dituntut untuk terlihat kuat. Padahal, mereka juga bisa merasa lelah, sedih, dan membutuhkan ruang untuk mengungkapkan perasaan.

Kisah tersebut menjadi salah satu lapisan emosional yang membuat Agensi Rumah Tangga tidak hanya mengandalkan lelucon.

Film ini memperlihatkan berbagai alasan seseorang memilih bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Ada yang mengejar penghasilan, membantu keluarga, membiayai pendidikan, hingga berusaha mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Di tengah semua itu, kelucuan para komika menjadi bumbu yang membuat persoalan-persoalan tersebut terasa lebih ringan untuk dinikmati.

Diadaptasi dari novel laris karya Almira Bastari, Agensi Rumah Tangga akhirnya menawarkan paket lengkap: komedi yang ramai, karakter perempuan yang beragam, drama keluarga, serta pesan untuk lebih menghargai setiap pekerjaan.

Dengan Enzy Storia sebagai pusat cerita dan tujuh komika perempuan yang siap membuat suasana semakin kacau, Agensi Rumah Tangga berpotensi menjadi salah satu tontonan komedi yang bukan hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan pesan setelah lampu bioskop kembali menyala.

(Ryennaldy)

Related Post