INSKANEWS, Jakarta Barat – Pemanfaatan lahan sekolah untuk mendukung ketahanan pangan terus dikembangkan di lingkungan satuan pendidikan. Salah satunya dilakukan SDN Cengkareng Barat 13, Jakarta Barat, yang mengolah lahan sekolah menjadi area urban farming sekaligus ruang pembelajaran bagi peserta didik.
Berbagai tanaman pangan dan sayuran dibudidayakan di lingkungan sekolah, mulai dari labu madu, melon, sawi, kale hingga cabai. Tidak hanya tanaman, area tersebut juga dilengkapi kolam budidaya ikan air tawar, seperti lele dan nila.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, produktif sekaligus edukatif. Peserta didik dapat memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pertanian perkotaan, mulai dari proses menanam, merawat tanaman hingga memahami bagaimana bahan pangan dihasilkan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan pemanfaatan lahan sekolah menunjukkan bahwa keterbatasan ruang di kawasan perkotaan bukan menjadi hambatan untuk menciptakan lingkungan yang produktif.
“Pemanfaatan lahan sekolah melalui urban farming menunjukkan bahwa ruang yang tersedia di kawasan perkotaan dapat dioptimalkan menjadi lingkungan yang hijau, produktif, dan edukatif,” ujar Nahdiana di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, keberadaan urban farming di lingkungan sekolah memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret kepada peserta didik. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat melihat dan terlibat langsung dalam proses produksi pangan.
Selain budidaya tanaman dan ikan, kegiatan tersebut turut dikaitkan dengan pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan serta memilah sampah. Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Nahdiana menilai, langkah yang dilakukan SDN Cengkareng Barat 13 dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia sesuai dengan kondisi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi peserta didik untuk mengenal pangan dan pertanian perkotaan, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan serta pengelolaan sampah sejak dini,” pungkasnya.
Pemanfaatan lahan sekolah melalui urban farming tersebut menunjukkan bahwa ruang pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi laboratorium kehidupan yang memperkenalkan ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan kepada generasi muda.***
Sumber: Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta/IN








