INSKA NEWS,KLATEN – Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., mengikuti Zoom Meeting (Vicon) bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Latifulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., dalam rangka Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di SMA Negeri 1 Karanganom Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala SMA Negeri 1 Karanganom Masjhur Tjahjanto, S.Pd., M.Pd., Pasiter Kodim 0723/Klaten Kapten Kav Pujiono, para guru dan tenaga kependidikan, serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Karanganom.
Melalui sambutannya, Prof. Latifulhayat menyampaikan bahwa pendidikan tidak sebatas pencapaian akademik. Menurutnya, sekolah juga mempunyai peran dalam membentuk sikap dan kepribadian peserta didik agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama serta jiwa kepemimpinan.
“Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan akademik. Pendidikan juga harus membentuk manusia yang memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, memiliki kepemimpinan serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Prof. Latifulhayat.
Ia menjelaskan bahwa KKRI dapat menjadi salah satu kegiatan yang memberi pengalaman berbeda kepada peserta didik di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dapat belajar mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, pengabdian kepada masyarakat serta nilai-nilai Pancasila.
Program KKRI telah ditetapkan sebagai program ekstrakurikuler nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 136 Tahun 2026.
Prof. Latifulhayat juga menyinggung perkembangan teknologi digital yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi perlu disertai dengan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi dan bekerja sama. Penggunaan teknologi juga harus dilakukan secara bertanggung jawab.
“Melalui KKRI, kita ingin membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, matang dalam mengambil keputusan, mampu memimpin dirinya sendiri, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan sesama,” kata Prof. Latifulhayat.
Prof. Latifulhayat turut menjelaskan bahwa bela negara di lingkungan pendidikan dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan sehari-hari. Nilai bela negara tidak selalu berkaitan dengan kemampuan menghadapi ancaman secara fisik, tetapi juga dapat ditunjukkan melalui kesungguhan belajar, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menaati aturan, menjaga lingkungan, membantu masyarakat serta menggunakan media digital secara bijak.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pembinaan KKRI, yang mencakup cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila, kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara.
Prof. Latifulhayat berpesan kepada para peserta KKRI agar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membangun kedisiplinan dan kemampuan memimpin diri sendiri. Ia juga mengingatkan pelajar untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi di ruang digital.
Menurutnya, informasi yang diterima melalui media sosial tidak selalu benar. Karena itu, peserta didik perlu membiasakan diri memeriksa informasi terlebih dahulu sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.
“Jadilah generasi yang memberikan manfaat. Ilmu dan keterampilan yang kalian dapatkan melalui KKRI hendaknya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di sekolah, keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar,” pesannya.
Ia berharap pelaksanaan KKRI dapat memberikan pengalaman positif bagi peserta didik dan menjadi bagian dari kegiatan pendidikan karakter di sekolah. Program tersebut juga diharapkan dapat membantu mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter, kompetensi, ketangguhan serta wawasan kebangsaan untuk berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu saat ditemui usai kegiatan, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., mengatakan bahwa Grand Launching Ekstrakurikuler KKRI di SMA Negeri 1 Karanganom menjadi langkah awal dalam memperkenalkan dan menjalankan kegiatan KKRI di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut mempunyai kaitan dengan pembentukan karakter peserta didik. Nilai yang diberikan mencakup cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila, kerelaan berkorban bagi bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara.
“Jadikan setiap kegiatan KKRI sebagai kesempatan bagi peserta didik untuk belajar, berefleksi, bekerja sama dan berkembang. Gunakan kesempatan ini untuk membangun diri. Bangun disiplin, bangun keberanian, bangun kepemimpinan, bangun kepedulian dan yang paling penting, bangun karakter,” ujar Dandim.
Ia juga mengingatkan agar peserta didik tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi. Kemampuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan diharapkan dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang besar. Jadilah orang yang besar manfaatnya bagi orang lain dan bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Grand Launching Ekstrakurikuler KKRI di SMA Negeri 1 Karanganom berlangsung aman dan lancar. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan KKRI di lingkungan sekolah sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama dan wawasan kebangsaan.
Kodim 0723/Klaten akan terus mendukung kegiatan pembinaan generasi muda melalui kerja sama dengan satuan pendidikan. Dukungan tersebut diarahkan pada kegiatan yang dapat membantu pelajar mengembangkan karakter, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi positif di tengah kehidupan bermasyarakat. (mmn)








