INSKA NEWS, JAKARTA — Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026 digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, pada 3–4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga walking football di Indonesia, khususnya sebagai pilihan aktivitas fisik bagi masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia.
Ajang tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Bola Jalan Santai Indonesia (Persejasi) bersama Pengprov DKI Jakarta. Turnamen diikuti sejumlah klub dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari luar negeri.
Peserta dalam kejuaraan tersebut antara lain berasal dari Papua, Makassar, Jakarta, Malaysia, dan Singapura. Kehadiran peserta lintas daerah dan negara menjadikan kompetisi tidak hanya sebagai ajang pertandingan, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarkomunitas walking football.
Berdasarkan data penyelenggara, total peserta dalam Walking Football Championship terdiri atas 12 tim putra dan 7 tim putri. Dari jumlah tersebut, Papua mengirimkan tiga tim putra dan dua tim putri, Makassar dua tim putra dan satu tim putri, Malaysia satu tim putra dan satu tim putri, sedangkan Jakarta mengirimkan enam tim putra dan tiga tim putri.
Sejumlah klub Jakarta yang ambil bagian antara lain Persejasi, Budut, dan PKMB. Sementara itu, kehadiran tim dari Malaysia dan Singapura menambah nuansa internasional dalam penyelenggaraan turnamen.
Phinisi Sulawesi Selatan Juara
Pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas dan persahabatan. Persaingan antartim berjalan kompetitif hingga memasuki babak final.
Dalam laga final, tim Phinisi Sulawesi Selatan berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan tim asal Papua melalui drama adu penalti.
Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026. Selain prestasi, pertandingan juga memperlihatkan antusiasme para pemain dalam mengembangkan olahraga walking football di Indonesia.
Kehadiran peserta dari Malaysia dan Singapura turut memberikan warna tersendiri. Pertemuan pemain dari tiga negara tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring komunitas walking football sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan olahraga tersebut di tingkat regional.
Persejasi Apresiasi Peserta dan Panitia
Dalam acara penyerahan piala, trofi, dan penghargaan kepada para pemenang, Ketua Umum Persejasi Hendra Hartono menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, ofisial, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen.
“Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah ikut ambil bagian dalam turnamen kali ini. Tentunya kami juga memohon maaf apabila masih ada kekurangan yang perlu kami benahi untuk kegiatan-kegiatan ke depan,” ujar Hendra.
Sementara itu, Pembina Pusat Persejasi Iwan D. Hanafi mengapresiasi kerja panitia serta seluruh tim yang telah mendukung pelaksanaan Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026.
Menurut Iwan, penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi salah satu langkah Persejasi untuk semakin memperkenalkan walking football kepada masyarakat Indonesia.

“Ini merupakan langkah besar Persejasi dalam rangka menyosialisasikan olahraga walking football kepada masyarakat Indonesia. Untuk sehat di hari tua tidak lagi ada halangan, karena dengan walking football kita bisa berolahraga sekaligus menyalurkan hobi tanpa terkendala usia,” katanya.
Iwan menambahkan, perkembangan walking football tidak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga dan kebugaran. Menurutnya, perkembangan olahraga tersebut juga dapat membuka peluang bagi lahirnya sumber daya manusia baru, termasuk wasit yang memiliki kompetensi dalam memimpin pertandingan walking football.

Salah seorang peserta dari tim Persejasi, Marsahid, mengaku senang dapat mengikuti turnamen tersebut. Ia menilai walking football merupakan olahraga yang menyenangkan sekaligus dapat menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Saya sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Kita bisa tetap menjaga kesehatan di usia senja tanpa terkendala, karena olahraga ini sangat menyenangkan,” tuturnya.

Menurutnya, olahraga walking football memberikan kesempatan kepada masyarakat usia dewasa dan lanjut usia untuk tetap aktif bergerak serta menyalurkan minat terhadap olahraga sepak bola dengan aktivitas yang disesuaikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembina Pusat Persejasi Iwan D. Hanafi, Ketua Umum Persejasi Hendra Hartono, Ketua KORMI Nasional Rizqi Amrulloh, serta para ofisial dan peserta Indonesia Walking Football Championship & International Friendly Match 2026.
Penyelenggaraan turnamen ini diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan walking football di Indonesia. Selain mendorong masyarakat untuk tetap aktif dan menjaga kebugaran, kompetisi tersebut juga menjadi ruang silaturahmi, persahabatan, serta pertukaran pengalaman antara komunitas walking football dari berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara tetangga.
Dengan semakin banyaknya komunitas dan peserta yang terlibat, walking football diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pilihan olahraga rekreasi yang inklusif bagi masyarakat lintas usia.(mmn)








