INSKA NEWS,BANDUNG – Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya menargetkan penyediaan 50 bus untuk program mudik gratis Lebaran 2027. Target tersebut disiapkan menyusul meningkatnya jumlah calon peserta dari kalangan warga perantauan asal Jawa Tengah yang tinggal di wilayah Bandung Raya.
Berdasarkan survei sementara hingga Oktober 2026, jumlah calon peserta mudik gratis PJT Bandung Raya tercatat sekitar 1.500 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan mudik gratis pada 2026 yang memberangkatkan sekitar 1.150 peserta menggunakan 23 bus.
Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, S.Pd., mengatakan peningkatan jumlah calon peserta menjadi salah satu pertimbangan untuk menambah armada pada pelaksanaan tahun mendatang.
“Artinya terjadi kenaikan kebutuhan sekitar 30 bus. Belum lagi nanti masuk November dan Desember, insyaallah pasti akan lebih banyak lagi. Harapan saya, kita bisa menyiapkan sekitar 50 bus tahun depan,” kata Farchan.
Untuk mendukung target tersebut, PJT Bandung Raya berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha asal Jawa Tengah yang menjalankan usaha di perantauan. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) diharapkan dapat membantu penyediaan armada.
Salah satu dukungan disampaikan CEO Martabak MM, Fery Dwi Maryanto, yang menyatakan kesiapannya menyumbangkan satu unit bus untuk program mudik gratis PJT Bandung Raya.
“Ini sebenarnya bentuk kepedulian kami sebagai warga Jawa Tengah yang berada di Kota Bandung. Bentuk kepedulian perusahaan kami yang sekarang memberikan CSR satu bus mudik gratis untuk para anggota PJT di Bandung Raya khususnya,” ujar Fery.
Ia mengajak para pengusaha lainnya di Bandung Raya untuk ikut berpartisipasi membantu warga perantauan, khususnya pekerja, buruh, dan karyawan yang membutuhkan fasilitas mudik gratis.
Menurut Fery, keterlibatan perusahaan dalam program tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Persiapan mudik gratis menjadi salah satu agenda dalam Rapat Kerja (Raker) perdana PJT Cabang Bandung Raya yang digelar di Hotel Grand Eastern, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).
Selain membahas persiapan program mudik, rapat kerja tersebut membahas konsolidasi internal, penyusunan program kerja, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perluasan jejaring kerja sama.
Forum juga menjadi ruang evaluasi terhadap program kerja dan kinerja kepengurusan. Sejumlah hal yang dibahas meliputi transparansi anggaran, penyusunan program yang terukur dan realistis, penentuan prioritas kegiatan, serta kejelasan tugas pokok dan fungsi setiap unsur kepengurusan.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program organisasi yang lebih terarah, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.

Ketua Umum PJT, KRAT. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro,MBA,. M.M. CRP., QIA menegaskan pentingnya rapat kerja sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas anggota dan memperkuat kolaborasi lintas bidang.

Menurut Leles, pengembangan UMKM dan peningkatan kemampuan anggota perlu didukung jejaring yang luas, mulai dari pelaku usaha, kalangan profesional, akademisi, hingga tokoh asal Jawa Tengah yang memiliki potensi untuk berkontribusi.
“Potensi naik kelas itu macam-macam. Komitmen saya adalah meningkatkan kolaborasi dengan level-level yang selaras, mulai dari UMKM dasar hingga menengah, merangkul para profesional, akademisi, hingga jenderal dan tokoh-tokoh potensial Jawa Tengah untuk menaikkan teras kita,” ujar Leles di sela-sela kegiatan.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat jejaring sebagai bagian dari upaya mengembangkan organisasi serta meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Paguyuban Jawa Tengah selalu guyub rukun salawase,” imbuhnya.
Farchan menjelaskan, rapat kerja perdana tersebut juga bertujuan menyusun program organisasi secara lebih terstruktur sehingga dapat menjadi dasar untuk membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga dan mitra.

Dalam bidang layanan anggota, PJT Bandung Raya telah menjalin kerja sama dengan Bank BJB yang disebut telah merangkul sekitar 655 nasabah dari kalangan anggota.
PJT Bandung Raya juga memfasilitasi pemulangan jenazah warga asal Jawa Tengah yang meninggal dunia di Bandung melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Penghubung, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Sosial, dan Baznas.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, organisasi tersebut turut mendorong akses permodalan bagi pelaku UMKM pemula. Salah satu program yang telah berjalan berupa bantuan dari Baznas Kota Cimahi kepada 25 pelaku usaha dengan skema pinjaman ringan tanpa bunga.
Ke depan, PJT Bandung Raya merencanakan Festival Bakso Jawa Tengah sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan produk sekaligus memperluas peluang usaha UMKM anggota.
Melalui rapat kerja tersebut, PJT Bandung Raya berharap program mudik gratis, pemberdayaan UMKM, dan kegiatan sosial dapat berjalan seiring dengan penguatan tata kelola organisasi.
Dengan dukungan anggota, paguyuban, dan mitra usaha, target penyediaan 50 bus pada program mudik gratis Lebaran 2027 diharapkan dapat direalisasikan. Dengan demikian, semakin banyak warga perantauan asal Jawa Tengah di Bandung Raya berpeluang memperoleh bantuan transportasi untuk pulang ke kampung halaman.(Maman_INSKANEWS.COM)








