INSKA NEWS, Jakarta Timur – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mendukung sosialisasi modul panduan belajar Alquran braille untuk memudahkan penyandang disabilitas netra membaca Alquran. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jakarta Timur di Aula Dukuh Condet, Ruang Serbaguna Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan dibuka Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur, Achmad Salahuddin. Ia menjelaskan, sosialisasi yang diinisiasi Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia bersama ITMI tersebut bertujuan memperluas pengetahuan dan penggunaan Alquran braille di kalangan penyandang disabilitas netra.
“Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mendukung program-program disabilitas, yang saat ini disabilitas netra,” ujarnya.
Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Arif Pribadi, mengapresiasi dukungan Pemkot Jakarta Timur terhadap program-program ITMI, termasuk sosialisasi Alquran braille agar semakin mudah diakses masyarakat.
“Alquran braille kita memang harus membooming, khususnya di Jakarta Timur, agar teman-teman penyandang disabilitas, khususnya netra, bisa membaca Alquran,” ungkapnya.
Arif menyebutkan, Alquran braille telah tersebar di 28 provinsi dan 185 kabupaten/kota di Indonesia. Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia juga menjadi salah satu tempat produksi Alquran braille dengan melibatkan penyandang disabilitas netra sebagai tenaga kerja.
“Alhamdulillah hampir di setiap provinsi, kota, dan kabupaten sudah ada, dan kita juga punya mesin percetakan Alquran braille sehingga pekerjanya semua penyandang disabilitas netra,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum ITMI, Yogi Matsuni, mengatakan sosialisasi penggunaan Alquran braille perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, saat ini baru sekitar 10 persen dari 3,5 juta penyandang disabilitas netra Muslim di Indonesia yang mampu membaca Alquran braille.
“Buta di dunia adalah takdir, buta di akhirat adalah pilihan. Jadi, ITMI mempunyai visi bahwa kita tidak boleh menjadi buta dua kali. Cukup buta di dunia dan tidak boleh buta di akhirat,” jelasnya.
Melalui sosialisasi modul pembelajaran dan Musda ke-6 ITMI Jakarta Timur, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas netra yang memperoleh kesempatan belajar membaca Alquran secara mandiri dan berkelanjutan.(kus)








