INSKA NEWS, Jakarta — Alumni SMPN 143 Jakarta Angkatan 1989 kembali mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan Temu Kangen yang digelar di lingkungan SMPN 143 Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para alumni untuk melepas rindu sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah lebih dari tiga dekade lalu.
Acara yang dihadiri puluhan alumni ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Selain menjadi ajang reuni, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi dan memperluas jaringan pertemanan di antara sesama alumni.
Perwakilan Ketua Panitia, Esa Apriadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para alumni. Menurutnya, dukungan yang diberikan para sahabat Putih Biru menjadi salah satu faktor utama terselenggaranya acara dengan baik dan lancar.
“Alhamdulillah, sahabat-sahabat Putih Biru memberikan respons yang sangat baik terhadap kegiatan ini. Memang ada beberapa teman yang belum bisa hadir karena kesibukan pekerjaan dan kewajiban lainnya, namun dukungan mereka tetap kami rasakan,” ujar Esa Apriadi.
Ia menjelaskan, persiapan kegiatan telah dilakukan secara matang sejak beberapa bulan sebelumnya. Semula reuni direncanakan berlangsung pada Mei 2026, namun kemudian dijadwalkan ulang pada Juni 2026. Perubahan jadwal tersebut memberikan waktu lebih panjang bagi panitia untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan acara, mulai dari konsumsi, hiburan, hingga pendanaan yang seluruhnya berhasil dipenuhi sesuai target.
Lebih lanjut, Esa mengatakan bahwa tujuan utama reuni bukan sekadar mempertemukan kembali teman-teman lama, melainkan juga memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama alumni. Ia berharap komunitas alumni dapat menjadi sarana untuk saling membantu, baik dalam berbagi informasi pekerjaan maupun memberikan dukungan kepada anggota alumni dan keluarganya yang sedang menghadapi kesulitan.
Sementara itu, Dewan Penasehat Alumni SMPN 143 Angkatan 1989, Hasan Basri, menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus terus dijaga meskipun kegiatan reuni telah berakhir. Menurutnya, hubungan antarsesama alumni perlu dipelihara melalui komunikasi yang aktif serta kepedulian terhadap kondisi satu sama lain.
“Yang paling penting adalah kebersamaan dan kepedulian. Ketika ada teman yang sakit, memiliki hajatan, atau membutuhkan dukungan, kita harus hadir. Jangan melihat jabatan atau status, tetapi utamakan persaudaraan sebagai sesama alumni,” kata Hasan Basri.
Hasan menambahkan, jumlah peserta yang hadir sudah cukup menggembirakan. Dari 107 alumni yang terdata, sebagian memang berhalangan hadir karena faktor kesehatan, pekerjaan, maupun urusan keluarga. Meski demikian, dukungan yang diberikan tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan tersebut.
Salah seorang peserta, Siti Zaulaeha, mengaku senang dapat kembali bertemu dengan teman-teman sekolah setelah sekian lama berpisah. Ia menilai suasana reuni berlangsung meriah, penuh kehangatan, dan mampu membangkitkan kembali kenangan masa-masa sekolah yang berkesan.
“Acara hari ini sangat luar biasa. Walaupun tidak semua teman bisa hadir, suasananya tetap meriah dan penuh kebersamaan. Semoga silaturahmi seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi seluruh alumni,” tuturnya.
Melalui kegiatan Temu Kangen ini, Alumni SMPN 143 Jakarta Angkatan 1989 berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, mempererat persaudaraan, serta membangun solidaritas yang bermanfaat bagi seluruh anggota. Reuni tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di masa mendatang. (***)
(Rizki)

















