INSKANEWS, Jakarta, 22 Oktober 2026 — Penyanyi Andien menghadirkan konsep video musik yang berbeda melalui “Naksir”, lagu dari album studio kesembilannya, Sehidup Semusik, yang dirilis pada Juni 2026. Video musik yang tayang di kanal YouTube resmi AndienAisyah pada 21 Oktober 2026 itu memadukan musik, mode, dan karakter unik dalam konsep casting fiktif yang berkembang menjadi editorial mode.
Video musik tersebut menghadirkan 13 muse dari berbagai latar belakang dan generasi. Mereka tidak sekadar menjadi pengisi adegan, tetapi masing-masing memperoleh karakter dan ruang untuk menampilkan persona melalui kostum, gerakan, serta ekspresi yang beragam.
Deretan muse tersebut terdiri atas Laleilmanino, Ka Kev, Adrian Maulana, Wijaya 80, Amink, Bertrand Antolin, Basboi, Adrian Khalif, Ario Bayu, Ario Wahab, Roni Parulian, Dion Wiyoko, dan Ippe, suami Andien.
Alih-alih mengikuti formula video musik romantis pada umumnya, “Naksir” dibuka dengan suasana casting untuk mencari sosok yang tepat menjadi muse album Sehidup Semusik. Para kandidat diperkenalkan satu per satu sebelum konsepnya berkembang menjadi rangkaian visual menyerupai sesi pemotretan editorial mode.
Pendekatan tersebut membuat penonton seolah mengikuti proses seleksi para kandidat. Setiap karakter tampil dengan identitas visual tersendiri, menghadirkan perpaduan musik, mode, dan humor dalam satu karya.
Dari Cowboy hingga Nelayan
Keunikan video musik “Naksir” juga terlihat dari karakter yang diperankan para muse. Laleilmanino hadir sebagai hunters, Ka Kev sebagai sailor, dan Adrian Maulana sebagai cowboy.
Sementara itu, Amink tampil sebagai punk roadies, Bertrand Antolin sebagai Birds Goddess, Basboi sebagai book scholar, dan Adrian Khalif sebagai butterflies.
Karakter lainnya meliputi Wijaya 80 sebagai horn sections wind, Ippe sebagai fisher, Ario Bayu sebagai tukang fotokopi, Ario Wahab sebagai kites, Roni Parulian sebagai pelukis, serta Dion Wiyoko sebagai gardener.
Keberagaman karakter itu memperluas gagasan tentang sosok yang dapat menjadi muse. Setiap individu memiliki cara tersendiri dalam menampilkan ekspresi dan keunikannya, tetapi seluruhnya dipertemukan dalam satu semesta visual.
Andien Rayakan Keberagaman dan Kolaborasi
Andien mengatakan, video musik “Naksir” menjadi ruang untuk merayakan keberagaman karakter, kebebasan berekspresi, dan kolaborasi lintas generasi.
“Buat aku, salah satu hal paling menyenangkan dari berkarya adalah ketika kita bisa bermain dengan imajinasi. Aku ingin Naksir menjadi ruang untuk merayakan keberagaman karakter dan ekspresi. Ada begitu banyak sosok dari latar belakang dan generasi yang berbeda, dengan keunikan masing-masing. Tapi justru ketika dipertemukan, semuanya bisa menciptakan sesuatu yang seru dan harmonis. Menurutku, itu salah satu keindahan dari berkesenian,” ungkap Andien.
Konsep visual video musik ini berangkat dari proses curah gagasan antara Andien dan Adi Johan. Adi Johan bertindak sebagai sutradara, sekaligus menandai debutnya di posisi tersebut.
Kolaborasi keduanya bukanlah hal baru. Adi sebelumnya telah terlibat dalam perjalanan kreatif Andien sebagai creative director. Dalam penggarapan “Naksir”, Andien turut terlibat langsung dalam pengembangan konsep dan proses kreatif.
Bagi Andien, keterlibatan Adi sebagai sutradara juga merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan kreator yang telah bekerja bersamanya.
“Aku percaya setiap orang punya potensi yang bisa terus berkembang kalau diberikan ruang dan kepercayaan. Aku dan Adi sudah cukup lama bekerja bersama secara kreatif, dan aku melihat banyak sekali ide menarik yang dia punya. Jadi rasanya menyenangkan sekali bisa mendukung langkah barunya sebagai sutradara. Aku juga percaya proses berkarya itu seharusnya menjadi ruang untuk sama-sama bertumbuh, saling belajar, dan mencoba hal-hal baru,” ujar Andien.
Memperluas Semesta Album Sehidup Semusik
Peluncuran video musik “Naksir” juga menjadi bagian dari rangkaian kampanye kreatif Andien. Sebelum perilisan, ia menghadirkan sejumlah materi teaser di media sosial untuk mengajak audiens menebak sosok-sosok yang akan muncul dalam video tersebut.
Lagu “Naksir” diciptakan oleh trio musisi Laleilmanino. Lagu ini menangkap perasaan ketika seseorang mulai tertarik dan jatuh hati, dengan nuansa ringan, menyenangkan, dan penuh keceriaan.
Melalui video musik ini, Andien memperluas semesta album Sehidup Semusik yang dirilis pada Juni 2026. Album tersebut menjadi ruang eksplorasi musikal sekaligus perayaan kolaborasi, individualitas, dan kebebasan bereksperimen.
Setelah lebih dari 25 tahun berkarya di industri musik Indonesia, Andien terus mengeksplorasi cara baru untuk menyampaikan gagasan artistiknya. Video musik “Naksir” menjadi salah satu wujud eksplorasi tersebut, dengan mempertemukan musik dan mode melalui karakter-karakter yang beragam.
Video musik “Naksir” dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi AndienAisyah.
—
Ryennaldy




