Cerai Khitanan Massal di Bulan Muharram 1448 H, PGN Pertamina Cideng Tebar Kepedulian untuk Puluhan Anak

INSKA NEWS

×

🎁 Tunggu Sebentar!

Sebelum meninggalkan halaman ini, lihat rekomendasi produk pilihan yang sedang banyak dicari.

Lihat Sekarang

INSKANEWS – Jakarta, Minggu 28 Juni 2026.Bulan Muharram selalu membawa suasana istimewa bagi umat Muslim di Indonesia. Selain sebagai penanda Tahun Baru Hijriah, bulan ini identik dengan tradisi khitanan atau sunatan yang telah mengakar sebagai budaya sekaligus syariat Islam. Khitan bukan hanya simbol peralihan anak menuju akil baligh, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.

 

Menyemarakkan Muharram 1448 Hijriah, PGN Pertamina Cideng menggelar “Khitanan Massal Ceria Semarak Muharram 1448 H” sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini diikuti puluhan anak dari berbagai latar belakang ekonomi di wilayah sekitar.

 

Program ini dirancang untuk meringankan beban orang tua, khususnya keluarga dengan keterbatasan finansial. Panitia menegaskan, selama kuota masih tersedia, kesempatan khitan gratis tetap dibuka tanpa memandang status ekonomi peserta.

 

Pelaksanaan dilakukan tenaga medis profesional menggunakan metode modern yang aman dan minim rasa sakit. Beberapa metode yang digunakan antara lain klem, laser atau electrical cauter, serta lem medis. Keunggulan metode ini adalah proses penyembuhan lebih cepat dan rasa tidak nyaman lebih minimal bagi anak.

 

Suasana khitanan tidak kaku. Anak-anak mendapat bingkisan, uang saku, serta doa bersama dari keluarga, tokoh masyarakat, dan panitia sebagai bentuk syukur atas kelancaran prosesi. Gelak tawa dan semangat mereka membuat agenda sosial ini terasa hangat dan penuh makna.

Ketua panitia menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi. “Khitanan massal ini wujud kepedulian sosial dan ikhtiar bersama membantu masyarakat. Semoga anak-anak tumbuh sehat, saleh, berbakti kepada orang tua, agama, serta bangsa,” ujarnya.

 

Tradisi khitanan di Muharram terus dilestarikan karena menyimpan nilai religius, kesehatan, kebersamaan, dan gotong royong yang menguatkan ikatan sosial masyarakat.

Penulis: Deddy Haryadi

 

 

Also Read

Tags