INSKANEWS, Kota Bekasi – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Dalam Workshop Penggerakan Kampung Keluarga Berkualitas untuk Kapitalisasi Bonus Demografi melalui Skema PJPK Tahun 2026, Kota Bekasi berhasil meraih lima penghargaan dari tujuh kategori apresiasi Program Pengendalian Penduduk yang diberikan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat.
Workshop tersebut digelar pada 22–23 September 2026 di Kantor BAPPEDA Provinsi Jawa Barat. Kegiatan diikuti Kepala Dinas DPPKB dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk se-Jawa Barat serta Kepala Bapperida kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dan kapasitas Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai lokus pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga.
Dalam kesempatan itu, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil mencapai tingkat capaian tertinggi dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk sepanjang 2026.
Kota Bekasi berhasil meraih lima penghargaan, yakni Capaian Kampung Keluarga Berkualitas Berkelanjutan 100 persen, Capaian Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) 100 persen, Capaian Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (Si Perindu), Capaian ASN Peduli Kependudukan, serta Capaian Rumah Data Kependudukan (RDK) di atas 90 persen.
Kepala DPPKB Kota Bekasi, Dr. Kusnanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam memperkuat pembangunan kependudukan di Kota Bekasi.
“Alhamdulillah, Kota Bekasi mendapatkan lima penghargaan dari tujuh kategori yang diberikan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat. Ini merupakan sebuah apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dalam bidang pengendalian penduduk,” ujar Dr. Kusnanto.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, penyuluh, kader, satuan pendidikan hingga masyarakat.
“Capaian ini tentunya tidak bisa diraih oleh DPPKB sendiri, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh jajaran, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, para penyuluh, kader, satuan pendidikan, hingga masyarakat,” katanya.
Dr. Kusnanto menegaskan, pembangunan kependudukan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan menjadikan data sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan.
“Pengendalian penduduk bukan hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, tetapi bagaimana kita mampu menyiapkan penduduk yang berkualitas, keluarga yang tangguh, serta generasi yang mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi bonus demografi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas, Rumah Data Kependudukan, Sekolah Siaga Kependudukan, serta berbagai inovasi pengendalian penduduk perlu terus diperkuat.
“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita bahwa masih ada tanggung jawab yang harus terus dijalankan. Kami akan mempertahankan capaian yang sudah diraih dan terus melakukan inovasi agar program pengendalian penduduk semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.
Lima penghargaan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Kota Bekasi dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi bonus demografi. Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi salah satu langkah untuk mengintegrasikan berbagai program pembangunan, mulai dari pengendalian penduduk, keluarga berencana, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan ketahanan keluarga.
DPPKB Kota Bekasi selanjutnya berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor serta memastikan pembangunan kependudukan berjalan berbasis data, terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun kependudukan yang berkualitas sekaligus memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan masyarakat yang semakin sejahtera.( Ridwan)








