INSKANEWS, Jakarta, 1 Nopember 2026 – Kisah Laut Bercerita karya Leila S. Chudori kembali menemukan kehidupan baru melalui pameran fotografi dan instalasi bertajuk Dua Lensa Bercerita. Menghadirkan karya fotografer Anton Ismael dan Oscar Motuloh, pameran ini menawarkan perspektif berbeda dalam menerjemahkan kisah, ingatan, dan sejarah melalui bahasa visual.
Pameran yang berlangsung di Galeri Dialogue, Kemang, Jakarta Selatan, pada 31 Oktober hingga 30 November 2026 ini bukan sekadar menampilkan dokumentasi proses produksi film Laut Bercerita. Lebih dari itu, kedua fotografer menghadirkan interpretasi artistik yang mengembangkan semesta cerita tersebut menjadi pengalaman seni tersendiri.
Keterlibatan Anton dan Oscar dalam produksi film garapan sutradara Yosep Anggi Noen itu menjadi titik awal penciptaan karya mereka. Oscar Motuloh berperan sebagai alter ego fotografis karakter Alex Perazon, sedangkan Anton Ismael memotret melalui perspektif karakter Gusti Suroso.
Keduanya kemudian mengembangkan pendekatan visual yang berbeda. Oscar mengusung fotografi dokumenter dengan pengamatan terhadap manusia, peristiwa, dan ruang. Sementara itu, Anton mengeksplorasi bahasa visual yang lebih eksperimental dan ekspresif.
Kurator pameran, Engel Tanzil, melihat perbedaan pendekatan tersebut sebagai dialog yang saling melengkapi.
“Dua fotografer Oscar Motuloh dan Anton Ismael menghadirkan bahasa visual yang kontras, namun saling melengkapi,” ujar Engel.
Menurut Engel, karya Oscar ditampilkan melalui rangkaian foto hitam-putih yang kontemplatif dan subtil, menghadirkan keheningan yang mendalam. Sebaliknya, Anton merespons melalui warna, eksperimen, dan intervensi visual yang ekspresif, menciptakan kebisingan yang jujur.
Oscar Motuloh menjelaskan bahwa salah satu perspektif dalam pameran ini berangkat dari karakter Alex Perazon, seorang aktivis pergerakan mahasiswa Winatra.
“Alex adalah seorang aktivis pergerakan mahasiswa Winatra yang sensitif, terutama saat mengabadikan foto-foto hitam putih yang amat digemarinya,” kata Oscar.
Ia juga memandang Alex sebagai saksi mata yang menyimpan luka ingatan akibat kekejaman rezim masa lalu.
“Alex adalah saksi mata yang merasakan luka ingatan yang terus melekat dalam dirinya sebagai penyintas dari kekejaman sebuah rezim masa lalu,” tambah Oscar.
Intensitas Oscar dalam menafsirkan karakter tersebut turut melahirkan buku fotografi berjudul Laut Luka, yang diterbitkan Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia dan diluncurkan pada hari yang sama dengan pembukaan pameran.
Di sisi lain, Anton Ismael menghadirkan interpretasi melalui eksplorasi berbagai medium. Ia mempertemukan foto-foto dari film Laut Bercerita dengan karya fotografi miliknya dan sejumlah fotografer lain di luar produksi film tersebut.
“Untuk bisa belajar dari sejarah, kita perlu lebih dulu merasakan bahwa sejarah itu punya hubungan yang erat dengan eksistensi kita saat ini,” ujar Anton.
Ia menjelaskan bahwa proses penciptaan karyanya melibatkan pertemuan berbagai elemen visual dan tulisan.
“Kami meramunya bersama tulisan, gambar, dan merespons dari yang karya yang ada,” jelas Anton.
Selain fotografi, Dua Lensa Bercerita juga menghadirkan instalasi karya Avianti Armand dan .this/PLAY. Dengan kurasi Engel Tanzil, pameran ini turut menyediakan elemen partisipatif yang mengajak pengunjung membawa pengalaman serta ingatan pribadi mereka.
Kehilangan, penantian, keberanian, dan harapan menjadi sejumlah tema yang dapat direnungkan melalui pengalaman mengunjungi pameran tersebut.
Penulis novel Laut Bercerita, Leila S. Chudori, menyambut beragam interpretasi yang lahir dari karyanya. Menurut dia, perjalanan cerita tersebut tidak berhenti pada adaptasi film, tetapi terus berkembang melalui berbagai medium seni.
Ia sebelumnya menyambut film arahan Yosep Anggi Noen sebagai salah satu interpretasi, disusul tafsir musikal Cholil Mahmud, video klip karya Khozy Rizal, hingga karya fotografi dan instalasi Anton Ismael serta Oscar Motuloh.
“Pada akhirnya, kisah Biru Laut dalam Laut Bercerita mendapat tempat di benak, mata, jari-jari dan yang penting hati para seniman lainnya, sehingga tafsir ulang dari cerita ini menunjukkan taksir Laut untuk lahir berkali-kali,” kata Leila.
Pameran Dua Lensa Bercerita diselenggarakan Pal 8 Pictures bekerja sama dengan Dialogue dan .this/PLAY. Pengunjung dapat menyaksikan pameran ini di Dialogue, Jalan Kemang Selatan No. 99A, Jakarta Selatan.
Pameran dibuka setiap Senin hingga Jumat pukul 10.00–20.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00–20.00 WIB.
Melalui fotografi dan instalasi, Laut Bercerita membuktikan bahwa sebuah kisah dapat terus hidup meski halaman terakhir novel telah ditutup atau layar bioskop telah padam. Setiap medium membuka kemungkinan baru bagi cerita tersebut untuk dimaknai dan dilahirkan kembali.
—
Ryennaldy








