INSKANEWS, Jakarta, 10 September 2026 — Reza Rahadian kembali memerankan Biru Laut dalam film Laut Bercerita. Setelah tampil dalam versi film pendek, Reza kini membawa karakter tersebut ke layar lebar dengan cerita yang lebih kompleks dan emosional.
Film garapan Yosep Anggi Noen itu baru saja merilis trailer dan poster resmi. Di saat yang sama, Laut Bercerita bersiap menjalani penayangan perdana dunia (World Premiere) dalam kompetisi utama (Main Competition) Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
BIFF 2026 berlangsung pada 6–15 Oktober, sementara film yang diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Trailer memperlihatkan Biru Laut sebagai mahasiswa yang resah terhadap situasi di sekitarnya. Bersama teman-temannya di kelompok Winatra, ia memperjuangkan cita-cita tentang Indonesia yang demokratis.
Pergerakan mereka semakin intens ketika mendampingi persoalan para petani. Namun, perjuangan itu berujung pada tragedi ketika Laut dan sejumlah anggota Winatra menghilang tanpa kabar.
Pencarian kemudian menjadi bagian penting dalam cerita. Keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat mereka berusaha menemukan jejak para aktivis yang hilang.
Reza Kembali Menjadi Biru Laut
Menurut Reza Rahadian, versi film panjang Laut Bercerita menghadirkan dimensi yang lebih kompleks dibandingkan film pendek sebelumnya. Meski demikian, pendekatan puitik tetap dipertahankan dalam penyampaian cerita.
“Kita hidup dari zaman ke zaman, akan selalu punya harapan. Selalu ada anak muda yang akan membuat gebrakan, dan berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ini. Hari ini, kita punya banyak Biru Laut dan semangat Winatra di luar sana yang peduli untuk membuat perubahan,” ujar Reza.
Karakter Biru Laut menjadi gambaran anak muda yang berani memperjuangkan perubahan. Sementara itu, Yunita Siregar menghadirkan sisi berbeda melalui Asmara Jati, adik Laut yang menghadapi kehilangan sekaligus terus menjaga harapan.
Yunita mengaku proses mendalami karakter tersebut cukup berat. Ia kerap menangis saat membaca naskah dan memahami kisah keluarga Asmara yang harus kehilangan anggota keluarga serta menjalani penantian panjang.
“Berduka bukan berarti melupakan tapi mencintai dengan cara yang lain. Asmara Jati, keluarganya, sahabat-sahabatnya, mencintai Biru Laut dengan ketidakhadirannya tapi tetap selalu dikenang,” ujar Yunita.
Menurutnya, Asmara merupakan sosok yang tenang menghadapi berbagai persoalan dan tetap berusaha menjaga harapan.
Kehilangan sebagai Bentuk Perlawanan
Yosep Anggi Noen mengatakan Laut Bercerita tidak hanya berfokus pada kesedihan akibat kehilangan. Film ini juga ingin menghadirkan kehangatan, inspirasi, serta refleksi tentang persahabatan dan keluarga.
“Di film ini saya mencoba menunjukkan hal-hal yang memang menusuk, menginspirasi, rasa hangat, dan yang membuat orang jadi memaknai kembali kehidupan persahabatan dan keluarga,” ujar Anggi.
Bagi Anggi, penantian keluarga dan sahabat untuk menemukan orang yang hilang juga memiliki makna sebagai bentuk perlawanan.
“Karena menunggu dan mencari, dalam beberapa hal, adalah bagian dari perlawanan,” katanya.
Film ini ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila S. Chudori dan dibintangi sejumlah aktor, antara lain Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, dan Kevin Julio.
Leila berharap film tersebut dapat membantu generasi muda melihat kembali sejarah Indonesia sekaligus menjadi inspirasi untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik.
“Harapannya film Laut Bercerita bisa menjadi jendela bagi kita untuk melihat sejarah Indonesia sekaligus inspirasi untuk anak-anak muda zaman sekarang. Semoga mereka berani bercita-cita untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Leila.
Laut Bercerita menjadi film panjang perdana Pal8 Pictures dan akan lebih dulu diperkenalkan kepada penonton internasional melalui BIFF 2026 sebelum tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Pewarta Ryennaldy Editor : kusni








