Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, Pemkot Jaktim Targetkan Jalan Sultan Hamengkubuwono IX Lebih Rapi

inskanewstv

September 10, 2026

3
Min Read

On This Post

 

INSKANEWS,  Jakarta Timur  — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Bina Marga menertibkan dan menata kabel udara yang semrawut di sepanjang Jalan Sultan Hamengkubuwono IX, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Rabu (9/9/2026).

Penataan dilakukan sepanjang 792 meter dengan melibatkan 17 pemilik jaringan fiber optik. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Kegiatan diawali apel petugas gabungan yang dipimpin Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi. Penertiban melibatkan jajaran Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jakarta.

Fauzi mengatakan, penertiban menyasar kabel-kabel fiber optik yang sebelumnya terpasang semrawut dan menjuntai di udara.

“Jadi hari ini kita melakukan pembersihan atau penertiban kabel-kabel yang ada di atas,” ujar Fauzi.

Menurutnya, jaringan kabel bawah tanah di lokasi tersebut telah lebih dahulu dibangun. Setelah jaringan baru siap digunakan, kabel-kabel udara akan diturunkan dan dirapikan. Penataan juga mencakup pencabutan tiang jaringan yang sudah tidak diperlukan.

Fauzi menyebut keberadaan kabel yang menjuntai selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.

“Yang selama ini dikeluhkan masyarakat, kabel di udara yang menjuntai sangat membahayakan. Mudah-mudahan kawasan ini menjadi lebih rapi, tertib dan nyaman,” katanya.

Ia menegaskan, penataan kabel udara merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mempercantik wajah kawasan perkotaan sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota global.

Sepanjang 2026, penataan kabel udara telah dilakukan di sembilan titik lokasi di wilayah Jakarta Timur dengan total panjang mencapai ribuan meter.

Ke depan, Pemkot Jakarta Timur menargetkan semakin banyak jaringan telekomunikasi dipindahkan ke jaringan bawah tanah sehingga keberadaan kabel udara dapat diminimalkan dan lingkungan perkotaan terlihat lebih tertata.

“Ini merupakan implementasi Jakarta sebagai kota global dan menuju lima abad Jakarta. Kita ingin menjadikan Jakarta semakin indah, tertib dan nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Apjatel Kota Jakarta Timur, Valian Davisi, yang juga mewakili CBN, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan bawah tanah di lokasi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan.

Setelah jaringan bawah tanah selesai dibangun, dilakukan proses cut over, yakni pemindahan layanan jaringan dari kabel udara ke jaringan bawah tanah.

Setelah seluruh layanan dipastikan berjalan dengan baik, kabel-kabel udara kemudian ditertibkan dan dibersihkan.

“Pekerjaan ini kurang lebih memakan waktu empat bulan. Kita bangun dulu jaringan bawahnya, setelah selesai dilakukan cut over, kemudian kabel yang di atas kita bersihkan semua,” jelas Valian.

Ia memperkirakan seluruh proses penataan, termasuk pencabutan tiang-tiang jaringan, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu.

“Ini kemungkinan dua minggu selesai semua. Kita cabut tiang-tiangnya dan diselesaikan semuanya. Jadi tidak ada lagi kabel fiber optik di atas, hanya kabel PLN saja yang berada di udara,” pungkasnya.

Pewarta : Kus Editor :Kusni

Related Post