Iqbaal Ramadhan Masuki Dunia Copet di Layar Lebar

INSKA NEWS

INSKANEWS,  Jakarta, 22 Juli 2026 — Iqbaal Ramadhan tampil dengan karakter yang jauh berbeda dari peran-peran yang pernah ia lakoni sebelumnya. Dalam film Operasi Pesta Copet, aktor tersebut memerankan Ijal, seorang pemuda yang terpaksa terjun ke dunia pencopet akibat tekanan ekonomi.

Film produksi Imajinari yang menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod itu merilis official trailer kedua dan lagu tema (original soundtrack/OST) bertajuk Kita Melawan Dunia pada Rabu (22/7/2026). Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Trailer terbaru memperlihatkan kehidupan empat sahabat, yakni Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, yang tinggal di kawasan pinggiran kota dengan keterbatasan ekonomi. Sulitnya memperoleh pekerjaan layak dan tingginya biaya hidup membuat mereka nekat merencanakan aksi pencopetan di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

Meski mengangkat dunia pencopet, film ini tidak bermaksud mengglorifikasi tindak kriminal. Sebaliknya, kisahnya menyoroti sisi kemanusiaan para pelaku yang terdesak keadaan serta mengajak penonton memahami persoalan ketimpangan sosial yang melatarbelakanginya.

Iqbaal mengatakan karakter-karakter dalam film tersebut bukanlah penjahat, melainkan anak-anak muda yang kehilangan pilihan hidup.

“Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat. Mereka hanya anak-anak muda yang terpaksa nekat karena tuntutan ekonomi. Kalau diteliti lagi, siapa sih yang mau jadi copet? Tidak ada. Mereka pun begitu, tetapi pada kenyataannya tidak semua orang cukup beruntung untuk memiliki pilihan,” ujar Iqbaal.

Selain menjadi pemeran utama, Iqbaal juga dipercaya sebagai produser sekaligus membawakan OST film melalui proyek musiknya, BAALE, dengan lagu Kita Melawan Dunia. Lagu tersebut menggambarkan persahabatan empat tokoh utama yang saling menguatkan di tengah tekanan hidup.

Film ini turut dibintangi Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta Fauzan Lubis yang dikenal sebagai vokalis Sisitipsi. Sementara itu, jajaran produser terdiri atas Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

Produser Ernest Prakasa mengungkapkan bahwa film tersebut semula menggunakan judul proyek Operasi Pesta Pora. Namun, setelah proses pengembangan cerita, judul diubah menjadi Operasi Pesta Copet agar lebih mewakili gagasan utama film.

Menurut Ernest, kata “copet” sengaja dimunculkan dalam judul karena menjadi inti cerita yang ingin mengangkat fenomena pencopetan sebagai “gunung es” ketimpangan sosial.

Sementara itu, sutradara Edy Khemod mengaku tertarik mengangkat dunia musik Indonesia dari sudut pandang yang berbeda.

“Film ini membahas skena musik Indonesia bukan dari kacamata yang konvensional, melainkan dari sisi sosiologisnya. Selain itu, saya bisa menggabungkan dua dunia yang saya geluti selama dua dekade, yakni musik dan film, menjadi sesuatu yang segar bagi perfilman Indonesia,” katanya.

Diproduksi di tengah penyelenggaraan festival musik Pestapora, Operasi Pesta Copet disebut menjadi drama komedi Indonesia pertama yang menerapkan pendekatan produksi semacam itu. Imajinari berharap film ini menjadi eksperimen kreatif baru yang memperluas ragam cerita dalam perfilman nasional.

Film Operasi Pesta Copet akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Agustus 2026.

Ryennaldy Zulkarnain

Also Read

Tags