INSKA NEWS,INDRAMAYU – Berawal hanya dari sekadar pertemanan sederhana yang dihubungkan lewat kelompok pesan WhatsApp pada tahun 2016, Komunitas Wong Argolis yang diketuai oleh Bapak Chandra Ismaya kini tumbuh menjadi gerakan kasih sayang yang dipuji dan mendapat sorotan positif luas dari masyarakat Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
Beranggotakan sekitar 160 orang yang seluruhnya merupakan warga keturunan Tionghoa yang beriman Nasrani dan bermukim di wilayah tersebut, komunitas ini membuktikan bahwa kepedulian kemanusiaan melampaui segala batasan latar belakang.
Sejak tahun 2018, mereka telah melahirkan sebuah program ikonik yang diberi nama Panasbung, kependekan dari Pasukan Nasi Bungkus. Program ini secara khusus bergerak menyalurkan makanan siap santap bagi Orang With Gangguan Jiwa (ODGJ), para gelandangan, dan pengemis yang ada di seantero kawasan Haurgeulis.
Gagasan mulia ini bermula dari keprihatinan mendalam para anggota saat melihat kenyataan pahit: ada sesama manusia yang terpaksa mengais sisa makanan di dalam tong sampah demi bertahan hidup.
Atas dasar rasa iba itu, muncullah usulan untuk berbagi dengan cara mengumpulkan sisa makanan dari rumah anggota yang masih layak dikonsumsi, lalu dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Gagasan itu pun disambut baik dan segera dijalankan.
Seiring berjalannya waktu, cara berbagi pun disempurnakan menjadi lebih teratur, bermartabat, dan efektif. Kini, setiap anggota menyisihkan rezeki berupa uang yang diserahkan kepada Ketua Komunitas, untuk kemudian dibelikan makanan segar dan sehat langsung dipesan dari rumah makan sekitar dengan biaya Rp8.000 per bungkusnya.
Dampak kebaikan itu kian meluas. Jika pada awalnya hanya ada 5 orang yang menerima bantuan, kini jumlahnya telah bertambah hingga mendekati 100 orang penerima.
Kegiatan pembagian ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu, tepat di jam makan siang saat terik matahari sedang menyengat. Dari sinilah nama “Panasbung” lahir, sebagai simbol semangat para relawan yang tak gentar berpanas-panas demi menyalurkan kebaikan.
Mulai bulan Oktober 2024, wujud kepedulian Wong Argolis kian bertambah luas. Selain tetap membagikan nasi bungkus dua kali sepekan, mereka juga menyalurkan bantuan lain berupa paket sembako senilai Rp100.000 hingga Rp150.000 per penerima.

Bantuan ini diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan dan membutuhkan uluran tangan, yaitu:
✅ Penyandang Sindrom Down
✅ Anak berkebutuhan khusus
✅ Penyandang Disabilitas
✅ Penderita Gizi Buruk / Pertumbuhan Terhambat
✅ Lansia Hidup Sendirian
✅ Penderita Penyakit Kronis
✅ Warga yang Hidup Sebatang Kara
Bantuan nyata ini membawa dampak besar bagi mereka yang menerima. Salah satunya dirasakan oleh Casmi (45 tahun), warga Desa Mekarjati yang hidup sebatang kara dan menderita penyakit berat. Dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru, ia mengucapkan, “Terima kasih ya semuanya, semoga semua kebaikan ini membawa berkah bagi kalian.”
Bagi Chandra Ismaya, seluruh rangkaian kegiatan sosial ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari prinsip hidup yang ia pegang teguh dan diajarkan dalam segala ajaran kebaikan serta agama: “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah; orang yang memberi jauh lebih mulia daripada orang yang menerima.”
(Muiz Abdulloh)

















