INSKANEWS, Bekasi, 25 Juni 2026 โ Geliat aktivitas di kawasan Pasar Tradisional Setia Asih, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, seolah tidak pernah berhenti. Sejak malam hingga sore hari, para pedagang silih berganti menggelar dagangannya di sepanjang jalan pasar. Berbagai lapak sederhana, gerobak dorong, hingga kendaraan roda dua menjadi sarana mereka mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Di tengah hiruk pikuk pasar tersebut, sosok Murti menjadi salah satu potret perjuangan masyarakat kecil yang patut diapresiasi. Perempuan paruh baya itu setiap hari menjajakan berbagai kebutuhan dapur di atas sepeda motornya. Sayuran segar, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, aneka bumbu dapur, hingga keset rumah tangga tersusun rapi di kendaraan yang menjadi “toko berjalan” miliknya.
Sejak pagi buta, Murti sudah bersiap berbelanja barang dagangan dari pemasok. Setelah itu, ia menuju lokasi pasar untuk melayani pelanggan yang sebagian besar merupakan warga sekitar. Meski harus berjualan di bawah terik matahari dan menghadapi cuaca yang tidak menentu, semangatnya tidak pernah surut.
“Yang penting bisa jualan dan dapat rezeki halal untuk keluarga. Walaupun capek, saya tetap bersyukur karena masih bisa bekerja,” ujar Murti dengan senyum ramah saat ditemui di sela aktivitasnya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, berjualan di atas sepeda motor menjadi pilihan yang lebih praktis dan ekonomis. Selain tidak membutuhkan biaya sewa lapak, ia juga lebih mudah berpindah tempat apabila kondisi pasar sedang ramai atau sepi. Biasanya, menjelang siang hingga sore hari, para pedagang mulai menutup usahanya setelah barang dagangan habis atau aktivitas pasar mulai berkurang.
Keberadaan pedagang seperti Murti tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, para pedagang tradisional terus menunjukkan ketangguhan dan daya juang yang tinggi.
Kisah Murti menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berusaha. Dengan kerja keras, ketekunan, dan rasa syukur, ia membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bertahan dan bangkit menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Murti merupakan cerminan perjuangan banyak pedagang kecil di pasar tradisional. Mereka adalah pahlawan ekonomi keluarga yang setiap hari bekerja tanpa mengenal lelah, menjaga harapan tetap hidup demi masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang mereka cintai.
Dadan

















