INSKANEWS, Cibinong, 1 Agustus 2026 – Sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat, Ikatan Alumni SMAN 1 Cibinong atau ILUNI SMANSA Cibinong menggulirkan program ketahanan pangan. Salah satu agendanya adalah pembudidayaan Ubi Ungu yang dikelola oleh gabungan Bidang Ekonomi, Lingkungan Hidup, Litbang, Sosial dan Bidang Humas.
Kebun percontohan ini dikembangkan di atas lahan seluas 746 m² yang berlokasi di Cluster Grand Madinah Residence, Jalan Darma Sirojul Munir No. 2, Nanggewer, Kabupaten Bogor.
Ketua Bidang Ekonomi ILUNI SMANSA Cibinong, Candra Gunawan disapa Candra (Angkatan ’96), menjelaskan bahwa lahan ini difungsikan sebagai “inti plasma” atau laboratorium riset budidaya ubi ungu. Beliau juga bergerak dalam Pengadaan pupuk organik baik padat atau cair bernama PT.Grha Wilwatikta Persada.
“Kami menerapkan SOP penanaman ubi ungu di musim kemarau. Uji coba dilakukan menggunakan 231 karung. Dari hasil riset, satu karung dapat menghasilkan sekitar 3 kg ubi,” ujar Kang Candra.
Teknik penanaman yang diterapkan beragam, mulai dari sistem bedengan atau gulud, hingga media alternatif seperti karung, galon, dan polibag. Hal ini bertujuan agar teknik budidaya dapat direplikasi oleh warga di pekarangan rumah.
Untuk memastikan keberlanjutan dan nilai ekonomi, ILUNI menggandeng mentor sekaligus penghubung pasar, yaitu Dani Hamdani, sapaan akrabnya Dani (Angkatan ’95), beliau pemilik CV.Putra Saluyu Raya Feedmill
Menurut Dani, kebutuhan pasar ubi ungu saat ini sangat besar. “Perusahaan memerlukan pasokan ubi hingga 1000 ton. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, kami bermitra dengan petani petani di wilayah Cipanas, Sukamakmur Jonggol, Megamendung Cisarua, Cijayanti Sukaraja, Totopong – Cipelang – Buaran Cijeruk, Ciapus dan Cidahu,” jelasnya.
Tidak hanya petani, Perusahaannya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan pengolahan, di antaranya Kusuka, Cucuba, dan Maxindo.
Dani menambahkan, secara keekonomian budidaya ubi ungu sangat menjanjikan. “Untuk skala ekonomis dibutuhkan lahan 3 hektare. Dengan modal sekitar Rp.20 juta, potensi keuntungan bisa di atas Rp.25 juta sampai Rp30 juta per periode panen. Syaratnya, unsur hara dengan pH 1 dan ketinggian lahan 200–300 mdpl,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan harian di lahan inti plasma ini dipercayakan kepada Jumakir sebagai petani. Beliau bertanggung jawab penuh terhadap perawatan, pemupukan, dan monitoring pertumbuhan tanaman.
Hadir pada agenda ini Sekretaris Jenderal Iluni SMANSA Cibinong Agung Slamet Riyadi (Angkatan ’95) atau sapaan akrabnya Agung, beliau menyampaikan “Dengan semangat kolaborasi, ILUNI SMANSA Cibinong optimis dapat menciptakan model pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung kepada kesejahteraan khususnya para petani.”
Program budidaya ubi ungu ini menjadi bukti bahwa ILUNI SMANSA Cibinong tidak hanya berkumpul dalam nostalgia, tetapi juga bergerak bersama untuk kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan.
Selanjutnya terakhir Agung menyampaikan kepada seluruh alumni SMANSA Cibinong “Mari kita dukung dan sukseskan program ini, baik sebagai mitra tanam, pembeli hasil panen, maupun relawan pendampingan. Sehingga dengan program pada industri pertanian atau agroindustri ini ke depan mampu menguatkan ekonomi masyarakat Kab. Bogor dan sekitarnya.”
Jurnalis :Dedi.s dan Irwandi

















