
INSKANEWS, Jakarta, 17 September 2026 — Bagaimana jika sebuah aplikasi mampu menghubungkan manusia dengan orang yang sudah meninggal? Pertanyaan mengerikan itu menjadi pintu masuk teror dalam film horor supernatural Aplikasi Iblis garapan Dimas Anggara.
Nih Pictures resmi memperkenalkan trailer dan poster film tersebut dalam acara di CGV fX Sudirman, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Mengusung teknologi gadget dan kisah cinta sebagai bagian dari teror, Aplikasi Iblis siap menghantui penonton di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
Film ini mengikuti kisah Arya (Junior Roberts), seorang pria yang belum mampu menerima kepergian kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Didorong rasa kehilangan dan kerinduan, Arya menggunakan sebuah aplikasi misterius untuk kembali berkomunikasi dengan Laras.
Namun, keputusannya justru menjadi awal dari petaka.
Hubungan yang semula diharapkan dapat mengobati rasa kehilangan berubah menjadi pintu masuk bagi teror supernatural. Arya tidak hanya harus berhadapan dengan kehadiran arwah Laras, tetapi juga konsekuensi psikologis dari keputusannya membuka kembali hubungan dengan dunia orang mati.
Dimas Anggara Bawa Teror ke Era Gadget
Sebagai sutradara, Dimas Anggara sengaja membawa horor Aplikasi Iblis ke persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Bukan sekadar mitos atau legenda, teror dalam film tersebut justru muncul dari sesuatu yang hampir setiap hari berada dalam genggaman, yakni gadget.
“Film ini sangat relate dengan kehidupan anak muda sekarang, mulai dari kisah percintaan, properti yang digunakan seperti gadget, hingga bentuk pengorbanan seseorang kepada orang yang dicintainya. Kami berupaya menghadirkan teror yang relevan dengan era modern, bukan sekadar mengangkat dongeng atau mitos daerah tertentu,” ujar Dimas.
Premis tersebut membuat teknologi bukan hanya menjadi properti pendukung, tetapi bagian penting dari konflik cerita.
Bermula dari Pertanyaan yang Mengerikan
Produser R. Dimas Aryanto atau Deden mengungkapkan, gagasan Aplikasi Iblis muncul dari diskusi internal Nih Pictures bersama produser Delly Malik.
Tim kemudian melihat fenomena penggunaan berbagai aplikasi digital yang semakin berkembang dan menjadikannya titik awal untuk membangun cerita horor.
“Kami melihat banyak fenomena penggunaan aplikasi digital saat ini. Dari sana muncul ide untuk membuat cerita aplikasi horor di tingkat yang lebih tinggi. Narasi utama yang ingin kami bangun adalah: jika ada aplikasi yang sanggup menghubungkan kita dengan orang yang sudah meninggal, apakah kita berani menggunakannya?” tutur Deden.
Pertanyaan tersebut sekaligus menjadi inti kengerian yang ditawarkan Aplikasi Iblis: ketika rasa kehilangan membuat seseorang berani melanggar batas antara kehidupan dan kematian.

Bukan Cuma Modal Jump Scare
Meski menjual teror supernatural, Aplikasi Iblis tidak semata-mata mengandalkan adegan mengejutkan.
Penulis sekaligus produser pendamping Omi Tisa mengatakan film tersebut turut mengeksplorasi sisi psikologis dan perjalanan emosional para karakter.
“Horor di sini bukan sekadar jump scare sebagai pemanis visual. Kami mengedepankan sisi psikologis dan emotional journey para karakter agar penonton dapat merasakan empati dan hubungan emosional yang kuat dengan jalan cerita,” kata Omi Tisa.
Pendekatan tersebut juga terlihat dari karakter Laras yang diperankan Dosma Hazenbosch. Sebelum menjadi sosok yang meneror, Laras digambarkan sebagai perempuan mandiri dan pekerja keras.
Untuk menghadirkan transformasi Laras menjadi sosok hantu, Dosma menjalani proses tata rias khusus tanpa menggunakan penutup prostetik.
“Untuk karakter hantu Laras lebih berfokus pada teknik make-up khusus dengan proses pengerjaan sekitar satu hingga dua jam,” jelas Dosma.
Dimas Anggara Terinspirasi Ghost
Dimas juga mengakui adanya inspirasi dari film klasik Ghost (1990) dalam membangun kedalaman hubungan Arya dan Laras.
Hubungan romantis antara manusia dan sosok dari dunia berbeda dalam film tersebut menjadi salah satu referensi emosional Dimas ketika mengarahkan kisah dua karakter utama Aplikasi Iblis.
Proses penggarapan film ini berlangsung sekitar dua bulan, mulai dari persiapan hingga pengambilan gambar. Bagi Dimas, tantangan terbesar bukan hanya menerjemahkan cerita ke dalam visual, tetapi juga menyatukan visi kreatif dengan tim produksi dan menekan ego pribadi sebagai sutradara.
Selain Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch, Aplikasi Iblis turut dibintangi Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta penampilan spesial Della Dartyan.
Kini, pertanyaannya tinggal satu: jika sebuah aplikasi benar-benar bisa mempertemukan kita dengan orang yang telah meninggal, apakah rasa rindu cukup kuat untuk membuat kita berani mengunduhnya?
- Jawabannya akan hadir di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
—
Ryennaldy







