Lestarikan Budaya Jawa di Era Digital, Pelatihan MC dan Pidato Resmi Digelar di Bergas

INSKA NEWS

INSKANEWS, Ungaran, 29 Mei 2026 – Upaya melestarikan Bahasa Jawa terus dilakukan melalui berbagai cara kreatif. Salah satunya diwujudkan lewat Pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Pidato Berbahasa Jawa yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat umum untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik sekaligus memperdalam pemahaman terhadap Bahasa Jawa yang santun, beretika, dan sarat nilai budaya.

Sejak pagi, suasana aula dipenuhi peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan menjadi pembawa acara profesional serta penyampai pidato yang komunikatif dan berwibawa.

Ketua Panitia, Moyong Sugiyarto, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknik berbicara, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai etika komunikasi dan filosofi budaya Jawa.

“Harapan kami, peserta tidak hanya mahir menjadi MC dan orator, tetapi juga mampu menjaga keluhuran Bahasa Jawa melalui tutur kata yang baik, benar, dan berbobot,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik vokal, penguasaan panggung, penyusunan naskah pidato, keprotokolan, hingga praktik langsung di hadapan forum. Metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan sekaligus rasa percaya diri peserta.

Sementara itu, Camat Bergas, Slamet Widada, S.S., M.M., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi bahasa dan budaya daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, masih ada kepedulian nyata untuk melestarikan Bahasa Jawa dan budaya lokal. Ini menjadi langkah positif bagi generasi muda agar tetap mengenal serta mencintai warisan budayanya,” tuturnya.

Salah seorang peserta mengaku mengikuti pelatihan ini karena ingin meningkatkan keberanian berbicara di depan umum sekaligus memperdalam kemampuan berbahasa Jawa. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dalam berbagai kegiatan sosial maupun organisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya terampil berbicara di depan publik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan Bahasa Jawa sebagai identitas budaya yang adiluhung di tengah kehidupan masyarakat modern.

Penulis: Mr. Ritm

Also Read

Tags