INSKA NEWS, Jakarta Utara – Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DKI Jakarta secara resmi membuka dan mengoperasikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marunda Baru 1, pada Selasa 14 Oktober 2025.
Kehadiran dapur ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program Presiden Prabowo dalam meningkatkan layanan gizi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Marunda Baru, Cilincing, Jakarta Utara.
Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Danramil Cilincing Mayor Inf A. M. Nawang mewakili Dandim 0502/JU, Nursetiyono mewakili Camat Cilincing, Kasat Binmas Polsek Cilincing, PLT Lurah Marunda Baru Victor Hotma P, Kepala SPPG Marunda Baru 1 Louise David Haganta, ketua RW dan RT setempat, Pengurus PPJI DKI Jakarta, PPJI Jakarta Utara, dan perwakilan dari berbagai instansi serta unsur masyarakat lainnya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Nursetiyono menyatakan mendukung hadirnya dapur SPPG di wilayahnya.
“Kami atas nama Pemda DKI Jakarta baik itu camat, lurah sangat mendukung program ini karena dapat meningkatkan kualitas gizi siswa warga di sini,” katanya.
Ia mengimbau seluruh SPPG di Cilincing bisa terus memperbaiki kualitas produk yang disajikan.
“Terus lakukan perbaikan dan inovasi baik penyelenggara maupun penerima manfaat hidangan,” tegasnya.
Selain kepada siswa penerima manfaat, dengan hadirnya dapur ini, kata Nursetiyono, akan menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitar.
“Banyak pekerja yang direkrut itu sangat diharapkan oleh pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PPJI Jakarta Utara, H. Vathurohman, menjelaskan bahwa dapur SPPG ini sudah menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada 3.149 penerima manfaat hanya dalam enam hari pertama.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. PPJI, dengan 10 ribu anggota di seluruh Indonesia, berkomitmen ikut menyukseskan program pemerintah memberikan makanan bergizi gratis bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini sebanyak 40 juta orang dari target nasional 82 juta penerima manfaat perhari sudah menikmati program ini.
Vathurohman menegaskan bahwa dapur yang dikelolanya menerapkan standar tinggi dalam setiap tahap pengolahan makanan , mulai dari kebersihan lokasi, sanitasi, pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan, sertifikasi halal dari Kementerian Agama, hingga pelatihan karyawan berbasis ISO.
“Insyaallah dapur ini akan berjalan lancar. Kuncinya tempat harus bersih dan semua proses sesuai standar. Kami lebih baik rugi daripada harus memakai bahan makanan yang tidak layak,” tegasnya.
Sebagai langkah menjaga mutu, ia mendukung rencana pemerintah menghadirkan chef dan koki internasional untuk mendampingi tim dapur lokal dalam memastikan cita rasa dan standar penyajian yang konsisten.
Dengan target produksi 4.000 porsi makanan per hari, Vathurohman menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Proses pemasakan tidak selalu bersamaan, jadi pengiriman juga bertahap. Kami harap pihak sekolah bisa memaklumi hal ini demi menjaga kualitas dan menghindari risiko keracunan,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung agar operasional dapur berjalan lancar dan berkelanjutan.

















