Jakarta, INSKA NEWS. – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengikuti verifikasi lapangan evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam rangka penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (PPE) 2026. Kegiatan berlangsung secara daring di Ruang Pola Sri Gunting, Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, didampingi Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Jakarta Timur, Linda Kusmanto, menyampaikan bahwa komitmen pembangunan responsif gender tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan inklusif dan berkeadilan gender harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Kusmanto menjelaskan, salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui Anggaran Responsif Gender (ARG). Pada 2024, alokasi ARG Jakarta Timur mencapai Rp1,49 triliun atau 38,49 persen dari total anggaran seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD).
Sementara pada 2025, alokasi tersebut meningkat menjadi Rp1,89 triliun atau 39,49 persen dari total anggaran UKPD.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Pengarusutamaan Gender membutuhkan komitmen bersama, koordinasi melalui Kelompok Kerja (Pokja) PUG, serta keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tim Penggerak PKK.
Kusmanto menegaskan bahwa pelaksanaan PUG bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, melainkan seluruh OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Dengan komitmen dan sinergi tersebut, Pemkot Jakarta Timur optimistis dapat meraih hasil maksimal dalam penilaian PPE 2026 sekaligus terus meningkatkan kualitas pembangunan yang responsif gender.
Ia berharap upaya tersebut menjadi motivasi untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Jakarta Timur.( kus)








