INSKA NEWS,SEMARANG – Pondok Pesantren Al-Isti’anah, Ngelosari, Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menggelar Haflah Tasyakur Lil-Ikhtitam Kitab Tafsir Al-Iklil fi Ma’ani At-Tanzil untuk kedua kalinya, Ahad (25/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas selesainya kajian kitab tafsir karya KH. Misbah Musthofa yang telah berlangsung selama enam tahun.
Kitab Tafsir Al-Iklil fi Ma’ani At-Tanzil merupakan karya KH. Misbah Musthofa yang ditulis menggunakan bahasa Jawa dengan aksara Arab Pegon. Kitab tersebut menggunakan metode makna gandul yang menjadi salah satu ciri khas pembelajaran kitab kuning di lingkungan pesantren. Terdiri atas 30 jilid, kitab ini mencakup penafsiran 30 juz Al-Qur’an.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Isti’anah, KH. Diaudin Ma’mun, secara rutin memimpin kajian kitab tersebut setiap selesai salat Subuh. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah serta santri putra dan putri Pondok Pesantren Al-Isti’anah.
Sebelum kajian dimulai, para peserta terlebih dahulu membaca Surah Al-Waqi’ah secara bersama-sama dengan dipimpin Ustaz H. Rifqi Abidin.

Sebagai ungkapan syukur atas khataman kitab tafsir untuk kedua kalinya, pihak pesantren menyelenggarakan pengajian umum dengan menghadirkan KH. Fathurrohman Thohir, pengasuh Pondok Pesantren Poncol, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, sebagai penceramah.
Sementara itu, dzikir dan tahlil dipimpin oleh KH. Nursalim Ma’mun, adik kandung almarhum KH. Widodo Muqorobin Ma’mun, pendiri Pondok Pesantren Al-Isti’anah.
Sebelumnya, pada khataman pertama setelah tiga tahun pelaksanaan kajian, syukuran dilakukan melalui kegiatan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh penyebar Islam, yakni Syekh Jumadil Kubro di Kaligawe, Semarang; Mbah Sambu di Lasem; serta KH. Misbah Musthofa di Bangilan, Tuban.
Pada khataman kedua ini, pesantren memilih pengajian umum sebagai bentuk syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara santri, jamaah, dan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari Majelis Ashsholihaat, Al Harim, dan Uswatun Hasanah.

Kepala Desa Jombor, H. Darso, beserta istri juga hadir dalam kegiatan tersebut. Keduanya diketahui merupakan bagian dari jamaah yang rutin mengikuti kuliah Subuh di Masjid Al-Isti’anah.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan hadroh Al-Isti’anah yang mengiringi rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan khataman ini, Pondok Pesantren Al-Isti’anah diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran dan pengkajian ilmu Al-Qur’an, sekaligus menjaga tradisi keilmuan pesantren melalui kajian kitab tafsir karya ulama Nusantara.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara pengasuh pesantren, santri, jamaah, dan masyarakat dalam menghidupkan tradisi pengajian di lingkungan pesantren.(Om. Maryono/tim)








