INSKANEWS,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Setibanya di lokasi, Prabowo langsung menggelar rapat singkat untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mendapat pembaruan mengenai perkembangan karhutla di Kalimantan Barat. Ia meminta seluruh upaya penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, serta mengutamakan tindakan langsung di wilayah terdampak.

Presiden juga meminta pemerintah daerah memperketat penerapan aturan di wilayah masing-masing. Selain penanganan kebakaran yang sedang berlangsung, langkah pencegahan dinilai perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sejumlah langkah telah disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla. Di antaranya:
1. Pemerintah akan menambah tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan. Pengiriman personel tersebut dilakukan mulai Sabtu hingga Minggu pagi.
2. Aparat yang berada di lapangan akan dikerahkan untuk membantu memadamkan titik-titik api yang masih terbakar.
3. Sebanyak enam helikopter berkapasitas besar untuk operasi water bombing akan ditambahkan. Helikopter tersebut dijadwalkan tiba pada Sabtu sore guna memperkuat proses pemadaman dari udara.
4. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan ditingkatkan untuk membantu mengatasi karhutla. Pelaksanaannya turut mempertimbangkan potensi hujan yang diperkirakan turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan ke Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Di lokasi tersebut, ia dijadwalkan meninjau langsung kondisi lahan yang masih dilanda kebakaran.Sumber : catatan Seskab RI
(Rifa Hendri)








