INSKANEWS, Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Kerukunan Keluarga Banyumasan (KKB) Jabodetabek menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 8 November 2026 ini menghadirkan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Dr. Munjirin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat KKB. Turut hadir Ketua Umum KKB Jabodetabek, Drs. H. Mardjoko, MM, yang merupakan Bupati Banyumas ke-30, Ketua III KKB Jabodetabek Drs. Ali Rahmat, Ketua Panitia HUT ke-47 Drs. Yawan Priyono, serta Camat Pulogadung Syafrudin Chandra.

Selain jajaran pengurus dan tamu undangan, peringatan HUT ke-47 ini juga menghadirkan sejumlah komunitas, paguyuban, dan organisasi masyarakat Banyumasan dari berbagai wilayah Jabodetabek. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan persaudaraan warga Banyumasan di tanah perantauan.
Adapun komunitas dan paguyuban yang ikut hadir antara lain KKB Rayon Bekasi, JIP Cilacap, Solidaritas Tanpa Batas ARB, Paguyuban Ngapak Cilacap (PNC), Paguyuban Warga Kebasen (PAWARSEN), Kumpulan Wong Banyumas (KAB), Paguyuban Perantau Warga Ngapak (PPWN), Pawon Mas, Iket Mas, KAMABA (Keluarga Mahasiswa Banyumas)
Temu Kangen, serta Pakartimas Banyumas.
Kehadiran berbagai komunitas tersebut menjadi gambaran bahwa ikatan budaya, kekeluargaan, dan identitas masyarakat Banyumasan tetap terpelihara meskipun berada jauh dari daerah asal. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas komunikasi, membangun sinergi, dan memperkuat solidaritas antarpaguyuban.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KKB Jabodetabek, Drs. H. Mardjoko, MM, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan peringatan HUT ke-47 dapat terselenggara dengan baik.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Dr. Munjirin, atas perhatian, dukungan, dan fasilitas yang diberikan untuk mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Mardjoko, perjalanan KKB Jabodetabek selama 47 tahun sejak berdiri pada 24 Oktober 1979 merupakan bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Banyumasan tetap terjaga meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Selama perjalanan organisasi, KKB Jabodetabek telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Beragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk terus berkembang, memberikan manfaat, serta memperkuat hubungan antarsesama warga Banyumasan.
Mardjoko juga menyoroti perkembangan organisasi melalui lahirnya berbagai paguyuban dan komunitas yang menjadi bagian dari keluarga besar KKB Jabodetabek.
Salah satu organisasi kebanggaan adalah berdirinya KKB Rayon Bekasi pada 9 April 2020. Kehadiran organisasi tersebut dinilai sebagai bentuk perkembangan positif sekaligus bukti bahwa semangat persaudaraan KKB terus tumbuh dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Ia berharap seluruh paguyuban dan keluarga besar KKB dapat terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun sinergi dalam berbagai bidang kehidupan.
“Melalui kebersamaan, kita dapat memperkuat persaudaraan, saling mendukung, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam Berbagainya.
Menutup Sambutannya, Mardjoko mengajak seluruh keluarga besar KKB untuk menjadikan peringatan HUT ke-47 bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan momentum evaluasi dan penguatan komitmen organisasi.
Semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial diharapkan terus menjadi landasan KKB dalam melangkah ke depan.
Dengan mengusung semangat persaudaraan, KKB Jabodetabek diharapkan semakin kokoh, berkembang, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya warga Banyumasan di wilayah Jabodetabek.
(Dan’s – kusni)








