Saat Anak Memasuki Masa Remaja, Jangan Pernah Lelah Mendoakan Mereka

INSKA NEWS

INSKANEWS, Bekasi, 24 Juli 2026 – Nasihat Seorang Ibu Mungkin Terlupakan, Tetapi Doanya Akan Selalu Menemukan Jalannya dan

Masa remaja merupakan fase yang penuh tantangan, baik bagi anak maupun orang tua. Pada usia ini, seorang anak mulai mengenal dunia yang lebih luas, membentuk jati diri, mencari kebebasan, bahkan terkadang merasa sudah mampu menentukan jalan hidupnya sendiri. Di sinilah ujian seorang ibu benar-benar dimulai.

Dulu, ketika mereka masih kecil, setiap nasihat ibu menjadi pegangan. Tangan ibu selalu mereka genggam, dan pelukannya adalah tempat paling nyaman untuk pulang. Namun, seiring bertambahnya usia, perlahan mereka lebih banyak mendengarkan teman, media sosial, atau lingkungan dibandingkan nasihat yang lahir dari kasih sayang seorang ibu.

Tak sedikit ibu yang menangis dalam diam. Bukan karena membenci anaknya, melainkan karena rasa khawatir yang tak pernah berhenti. Setiap malam, ketika anak-anak telah terlelap, ada doa yang dipanjatkan dengan penuh harap agar Allah SWT menjaga setiap langkah mereka, melindungi hati mereka, serta membimbing mereka agar tetap berada di jalan yang benar.

Anak-anak remaja mungkin belum menyadari bahwa setiap teguran ibu bukanlah bentuk keinginan untuk mengatur hidup mereka. Teguran itu lahir dari cinta yang tak mengenal batas. Seorang ibu lebih rela dirinya terluka daripada melihat anaknya menyesal di kemudian hari.

Allah SWT berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.”

(QS. Al-Isra: 23)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua.”

(HR. Tirmidzi)

Wahai anak-anak remaja, jika hari ini nasihat ibu terasa membosankan, percayalah bahwa suatu saat nanti kalian akan memahami mengapa beliau begitu sering mengingatkan. Ketika kehidupan mulai mengajarkan kerasnya dunia, kalian akan mengerti bahwa tidak ada cinta yang lebih tulus selain cinta seorang ibu.

Luangkanlah waktu untuk mendengarkan beliau. Cium tangannya sebelum berangkat. Peluklah tanpa harus menunggu Hari Ibu. Katakan, “Terima kasih, Bu,” selagi beliau masih dapat mendengar suara kalian.

Karena ada satu hal yang tak pernah berubah dari seorang ibu: meski kata-katanya tak selalu didengar, doanya tak pernah berhenti mengiringi setiap langkah anak-anaknya.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga seluruh ibu di dunia, menguatkan hati mereka dalam mendidik anak-anaknya, serta menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang berbakti kepada orang tua, taat kepada Allah SWT, dan menjadi penyejuk hati bagi keluarga.

Doa:

“Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi dan mendidik kami sejak kecil. Jadikanlah kami anak-anak yang berbakti, berhati lembut, dan tidak pernah menyakiti perasaan mereka. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”

Penulis : Patnah Wati

Also Read

Tags